Provinsi Banten Menjadi Tuan Rumah Pra-PON Softball 2019

Provinsi Banten khususnya kabupaten Tangerang ditunjuk sebagai tuan rumah pertandingan Pra PON 2019 untuk cabang olahraga Softball oleh ketua PB Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Andika Monoarfa, yang sebelumnya menurut rencana akan dihelat di Jakarta.

Seperti yang dikutip dari kabar-banten.com dan bantenraya.com, Pada awalnya pertandingan Pra Pon Softball akan dihelat di Lapangan Softball Senayan Jakarta pada hari minggu 7/7/2019, akan tetapi melihat keseriusan pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mendukung olahraga Softball serta tersedianya fasilitas berupa lapangan maka Pra Pon 2019 akhirnya diadakan di Kab. Tangerang, Banten.

Pertandingan Pra PON 2019 Cabang Olahraga Softball dihelat di Kawasan Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Dalam pertandingan tersebut, tim Softball Lampung berhasil membawa emas sekaligus menjadi juara mengalahkan tim Softball DKI Jakarta dengan skor 9-5.

Seperti yang dikutip dari kumparan.com, Tim Softball Lampung berhasil meraih emas dalam ajang Pra PON 2019,  menaklukkan tim DKI Jakarta, Senin (29/7).

Related Posts:

Lokasi Venue Softball dan Baseball yang Disiapkan Untuk PON Papua 2020

Logo pon xx 2020 papua [Image by kemendagri.go.id], 
Setelah PON yang ke 19 digelar di Jawa Barat, kini giliran Provinsi Papua yang akan menyelenggarakan PON yang ke 20/XX tahun 2020. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh pemerintah Provinsi Papua, salah satunya ialah dengan membangun beberapa fasilitas yang akan mendukung pergelaran pesta olahraga terbesar se Indonesia ini.

Beberapa venue setiap olahraga juga sedang dipersiapkan, salah satunya ialah venue untuk cabang olahraga Softball dan Baseball. Dikabarkan Perbasasi Papua telah menyiapkan dua lokasi untuk pembangunan venue Softball dan Baseball yang digunakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua.

Seperti yang dikutip dari www.papuatoday.com (2/2018), Ketua Pengprov Perbasasi Papua, Jan Jap Ormuseray menyampaikan pihaknya telah menyiapkan dua lokasi untuk dibangunkan venue pada cabang olahraga Softball dan Baseball yakni areal tanah kehutanan di Kemiri, Kabupaten Jayapura dan lokasi tempat latihan di Otonom Kotaraja.

Akan tetapi pembangunan venue untuk cabor Softball dan Baseball didua lokasi tersebut secara pembangunan tidak ditangani Pengprov melainkan pemerintah daerah melalui Disorda Papua. Nantinya venue Softball dan Baseball yang akan dibangun tersebut akan berstandar nasional dan bisa digunakan untuk kejuaraan berskala nasional.

Kita tunggu saja bagaimana bentuk dari venue Softball dan Baseball yang akan digunakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX/2020 di Provinsi Papua.

Related Posts:

Peraturan Permainan Softball yang Berkaitan Dengan Pukulan

Pukulan softball [image by ESPN.com], 
Peraturan Permainan Softball yang Berkaitan Dengan Pukulan ~ Softball merupakan permainan yang dimainkan oleh dua tim, dimana masing-masing tim diperkuat oleh sembilan pemain. Tim yang bermain dalam permainan softball terbagi menjadi dua yaitu tim penjaga dan tim penyerang, kedua tim akan saling bertukar tempat dari tim penjaga ke tim penyerang atau sebaliknya jika terjadi beberapa ketentuan.

Permainan softball termasuk ke dalam olahraga pukul yang menggunakan alat semacam pemukul untuk digunakan memukul bola. Memukul adalah salah satu teknik dasar permainan softball. Hak
memukul serta pukulan yang benar atau pun salah diuraikan dalam peraturan berikut ini.

1. Hak Memukul
Setiap tim softball memperoleh hak memukul yang sesuai dengan peraturan berikut ini.
  • Hak memukul ada tiga kali. Tetapi, pada pukulan pertama atau kedua yang betul, pemukul harus lari ke base I. Pada pukulan ketiga yang salah, pemukul boleh memukul lagi, sampai ada pukulan yang betul atau tidak kena, kemudian ia harus lari ke base I. Tetapi, jika pukulan yang ketiga tidak kena, catcher dapat menangkap lambungan pitcher sebelum bola menyentuh tanah, pemukul mati I.
  • Jika terjadi pergantian dan ada seorang pemukul yang belum selesai menghabiskan haknya memukul, pemukul ini masih berhak memukul pada inning selanjutnya.
2. Pergantian
Pergantian dilakukan setelah ada 3 mati (3 out).

3. Pukulan Betul
Sebuah pukulan dinyatakan sah jika memenuhi syarat berikut ini.
  • Jika bola setelah dipukul, berhenti di dalam lapangan (di antara kedua garis salah).
  • Jika bola setelah dipukul, jatuh di dalam lapangan, kemudian berputar keluar melalui lanjutan garis salah.
4. Pukulan Salah
Sebuah pukulan dinyatakan tidak sah jika memenuhi syarat-syarat berikut ini.
  • Jika bola jatuh di luar garis salah dan tetap berhenti di situ.
  • Jika bola jatuh di dalam lapangan, kemudian berputar ke luar melewati garis salah antara base IV dengan base I dan antara base IV dengan base III.
5. Pukulan Meleset (Tip Salah)
Sebuah pukulan dinyatakan meleset jika memenuhi syarat-syarat berikut ini.
  • Jika bola dipukul tidak kena dengan sempurna dan bola tersebut ditangkap oleh catcher, maka pukulan itu disebut “tip salah” atau meleset.
  • “Tip salah” pada pukulan ketiga, si pemukul mati satu.
Sumber referensi : Penjasorkes Untuk SMA/MA kelas XII/Joko Sumpeno, Dedy Joko Budi Santoso; editor, Joko Sumpeno, Dedy Joko Budi Santoso.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Related Posts:

Peraturan Permainan Softball yang Berkaitan Dengan Pemain Softball

Pemain softball [image by Liputan6.com], 
Peraturan Permainan Softball yang Berkaitan Dengan Pemain Softball ~ Peraturan yang berkenaan dengan pemain ini mencakup tugas dan hal-hal yang harus diperhatikan pemain sesuai posisinya masing-masing. Selain peraturan tertulis yang sudah ditetapkan, ada beberapa peraturan tidak tertulis yang penting untuk diketahui oleh setiap pemain softball.

Tiap pemain harus percaya diri untuk tampil bermain secara sportif, dan bekerja keras dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya serta memberikan penampilan yang terbaik untuk tim. Dalam menyikapi hasil akhir yang diperoleh pun, pemain harus menyiapkan mentalnya.

Kemenangan adalah harapan tiap tim, namun jika harus kalah, sikap menerima kekalahan dengan lapang dada adalah patut untuk diterapkan. Berikut ini peraturan-peraturan yang berhubungan dengan pemain tentang jumlah pemain, pelambung bola, penangkap bola, penjaga base, pelari base, dan pemain pengganti.

1. Pemain
Satu regu terdiri atas sembilan orang pemain.

2. Pitcher
Berikut ini syarat-syarat bagi pitcher sebelum melambungkan bola.
  • Menginjak pitcher’s plate (dari persiapan melambung, sampai bola lepas dari tangan).
  • Menghadap ke home base (base IV).
  • Menyentuhkan bola ke tangan yang lain.
  • Pitcher hanya boleh melempar salah (membuat ‘ball’) empat kali. Setelah empat kali ‘ball’, pemukul mendapat ‘free walk’.
3. Catcher
Catcher adalah penjaga belakang. Tempatnya di belakang base IV. Tugas utamanya menangkap semua bola yang dilambungkan pitcher.

4. Penjaga Base
Tugas utamanya “membakar” base (menginjak base dengan membawa bola) dan “mengetik” (menyentuh pelari dengan bola yang digenggam dan bola ini tidak boleh jatuh). Semua pemain lapangan boleh “mengetik” dan “membakar” base.

5. Pelari Base
Berikut ini peraturan yang berkenaan dengan pelari base.
  • Setelah sampai pada base yang dituju, pelari base tidak boleh melanjutkan larinya, kecuali pada base I.
  • Bila kejadian pada poin (1) sampai terjadi, dia harus kembali menginjak base dan dapat ‘ditik’ sebelum kembali ke base tersebut.
  • Setiap kali melepaskan base, ia dapat ‘ditik’. Jadi, kalau pun ia bermaksud meninggalkan base, dalam mengambil ancang-ancang untuk lari, salah satu kakinya harus tetap menginjak base.
6. Pemain Pengganti
Pergantian pemain hanya diperkenankan asal memenuhi ketentuan-ketentuan berikut ini.
  • Kapten regu menghentikannya dan memberitahukannya kepada wasit. Wasit akan menghentikan permainan untuk sementara dan memberitahukannya kepada pencatat nilai.
  • Pemain pengganti dianggap telah masuk dalam pertandingan tanpa hukuman, dalam hal berikut ini.
    • Bila ia seorang pemukul, yaitu pada saat dia menempati posisinya dalam tempat pemukul.
    • Bila ia seorang fielder, yaitu saat ia menempati pemain yang diganti.
    • Bila ia seorang pelari, yaitu saat ia menempati pitcher’s plate.
  • Setiap pitcher yang namanya sudah terdaftar dalam lembaran nilai, dan diumumkan telah menempati posisinya di pitcher’s plate, harus menyelesaikan tugasnya sampai pemukul pertama yang dihadapinya telah menyelesaikan giliran memukul atau telah dikeluarkan, dan pemain-pemain lainnya boleh diganti setiap saat dengan pemain lain.
  • Pemain yang telah dikeluarkan dari permainan (karena suatu pelanggaran) tidak boleh bermain lagi, kecuali sebagai pembantu.
Sumber referensi : Penjasorkes Untuk SMA/MA kelas XII/Joko Sumpeno, Dedy Joko Budi Santoso; editor, Joko Sumpeno, Dedy Joko Budi Santoso.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Related Posts: