Pola-Pola Pertahanan Dalam Permainan Softball

Pola-Pola Pertahanan Dalam Permainan Softball ~ Permainan softall dimainkan di lapangan oleh dua regu atau yang saling berhadapan. Tujuan permainan softball adalah mencetak angka sebanyak mungkin dan mematikan lawan supaya tidak mendapatkan poin. Oleh karena itu, permainan softball diperlukan taktik dan strategi penyerangan dan pertahanan.


Dalam permainan softball, tim yang bermain dibedakan menjadi dua yaitu tim penyerang (ofensif) dan tim bertahan (defensif). Tidak bisa kedua tim menggunakan pola taktik dan strategi penyerangan dan pertahanan secara bersamaan, akan ada waktunya tim yang bertahan menjadi tim penyerang dn sebaliknya.

Pada dasarnya taktik dan strategi pertahanan permainan softball adalah siasat atau usaha dari regu penjaga lapangan untuk bertahan mematahkan atau menangkis serangan lawan, dengan jalan mematikan pelari atau pemukul, agar tidak maju ke base di depannya atau mendapatkan nilai.

Dalam permainan softball, khususnya regu bertahan, pemain-pemainnya dibagi dalam 2 kelompok besar sesuai dengan daerahnya masing-masing, yaitu: infielder di daerah infield (daerah bujur sangkar yang dibatasi oleh garis-garis penghubung antara home base ke first base, second base, third base dan kembali ke home base) dan outfielder di daerah outfield (daerah yang dibatasi oleh garis-garis perpanjangan dari home base ke first base dan dari home base ke third base dan pagar belakang).


Pada permainan softball ada dua macam taktik dan strategi pertahanan, yaitu: pertahanan infield dan outfield. Secara keseluruhan sistem pertahanan ini dapat dikelompokkan menjadi 3 macam, yaitu:
  1. Sistem pertahanan pendek (Close system atau biasa disebut C-position), digunakan bila ada pelari di base ke III yang menentukan kemenangan atau keadaan sama/draw (tie game) dan dalam keadaan kurang dari dua mati (out).
  2. Sistem pertahanan medium (Medium system atau M-position), merupakan posisi agak lebih aman, terutama jika menghadapi lawan yang suka melakukan pukulan pendek (bunting) dan untuk mencegah pelari di base tidak dapat maju ke base berikutnya atau digunakan untuk melakukan double play artinya mematikan 2 pelari sekaligus dalam waktu dan moment yang bersamaan dan berurutan. Misalnya ada pelari di base I dan hendak menuju ke base II sementara temannya memukul. Jika bolanya (hasil pukulan) dapat dikuasai oleh pemain lapangan, dengan cepat bola tersebut dilemparkan kearah base II untuk mematikan pelari dari base I kemudian sekaligus mematikan pelari yang menuju ke base I. Inilah yang dimaksudkan dengan double play.


  3. Sistem pertahanan jauh/dalam (Deep system atau D-position), untuk menghadapi situasi tanpa/tidak ada pelari satupun di base sedangkan pemukulnya adalah pemukul jauh dan akurat (slugger), atau biasa juga untuk menghadapi bila ada pelari di base II dan III dalam keadaan 2 mati (out), sehingga kemungkinan lawan untuk mendapatkan nilai sangat kecil atau sebaliknya besar kemungkinan bagi regu lapangan untuk mematikan lawan. Sebab dalam keadaan seperti ini pihak lawan ada kecenderungan untuk memukul bola sejauh mungkin.
Itulah penjelasan singkat mengenai pola pertahanan dalam permainan softball, dimana pola pertahanan dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu Sistem pertahanan pendek (Close system atau biasa disebut C-position), Sistem pertahanan medium (Medium system atau M-position), dan Sistem pertahanan jauh/dalam (Deep system atau D-position).

Sumber referensi: Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Untuk SMA Kelas XII/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- . Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015.

Related Posts:

Pola-Pola Penyerangan Dalam Permainan Softball

Pola-Pola Penyerangan Dalam Permainan Softball ~ Permainan softall dimainkan di lapangan oleh dua regu atau yang saling berhadapan. Tujuan permainan softball adalah mencetak angka sebanyak mungkin dan mematikan lawan supaya tidak mendapatkan poin. Oleh karena itu, permainan softball diperlukan taktik dan strategi penyerangan dan pertahanan.


Taktik dalam penyerangan softball adalah siasat yang dipergunakan oleh regu yang mendapatkan giliran memukul, secara individu atau kelompok untuk menyerang lawan dan berusaha memperoleh nilai dan kemenangan dalam pertandingan. Taktik penyerangan yang sering dipergunakan dalam permainan softball adalah sebagai berikut:
  1. Pukulan Tanpa Ayunan (bunt)
  2. Pukulan tanpa ayunan adalah usaha pemukul melakukan pukulan ke arah base pertama, pitcher atau base ketiga dengan tujuan untuk membantu pelari menuju base di depannya.
  3. Pukul dan lari (hit and run)
  4. Jelaskan pengertian hit and run dalam permainan softball! Pukul dan lari atau biasa juga disebut dengan hit and run adalah siasat yang dilakukan oleh pemukul untuk membantu agar pelari dapat maju beberapa base di depannya dengan selamat. Taktik ini dilakukan apabila ada pelari di base 1 atau 2. Keuntungan pukul lari adalah memungkinkan tidak terjadinya out sehingga dapat membantu mencapai base di depannya. Taktik pukul dan lari dapat dipergunakan dalam situasi unggul 1 angka dan sebelum terjadi 2 out. Pukul dan lari dikatakan berhasil jika dapat menyelamatkan pelari dari base 1 mencapai base 3.

  5. Mencuri base
  6. Apa yang dimaksud dengan mencuri base? Mencuri base adalah siasat yang dilakukan oleh pelari di base. Keberhasilan siasat ini dipengaruhi kecepatan dan kejelian pelari melihat pelepasan bola oleh pitcher. Mencuri base dapat dilakukan oleh:
    • Satu orang pelari yang melakukan mencuri base, dari satu base ke base berikutnya sewaktu pitcher melakukan pitching.
    • Dua pelari pada dua base melakukan mencuri base, misalnya seorang pada base 1, yang lain pada base 3, atau masingmasing pada base 2 dan 3.
  7. Pukulan Melayang
  8. Taktik ini sangat tepat dilakukan pada saat permainan berlangsung ketat. Hal ini dilakukan sebelum terjadi 2 mati atau selisih nilai tidak lebih dari 2, ada pemain di base 3, atau base 2 dan base 1. Pukulan melayang harus dilakukan oleh seorang pemukul yang baik, karena harus memukul bola melampung ke arah outfield. Bola dipukul jauh dan melambung ke arah outfielder, pelari pada base bersiap meninggalkan base.

    Jika kemungkinan bola tidak tertangkap oleh fielder, pelari dapat langsung menuju base di depan home. Akan tetapi, jika diperkirakan bola dapat ditangkap oleh outfielder, pelari siap berada di base, bersamaan dengan bola menyentuh glove penjaga, langsung lari secepatnya mencapai base di depannya.
Itulah beberapa pola penyerangan yang dapat digunakan atau diterapkan dalam permainan softball oleh tim penyerang, tujuannya cuma satu yaitu mendapatkan poin atau angka sebanyak-banyaknya. Taktik atau pola penyerangan ini dilakukan dan disesuaikan dengan keadaan permainan yang terjadi pada saat itu, maka dari itu sangat penting untuk melatih pola penyerangan secara terus menerus.

Sumber pustaka: Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Untuk SMA Kelas XII/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- . Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015.

Related Posts: