Peraturan Dasar Dalam Olahraga Rounders

Rounders Game [image by ridoua.nl.ogena.net], 
Peraturan Dasar Dalam Olahraga Rounders ~ Rounders adalah olahraga bola kecil yang teknik permainannya hampir sama dengan olahraga softball. Kenapa dikatakan hampir sama dengan softball? sebab olahraga ini dimainkan dengan cara memukul bola dengan alat pemukul, yang membedakan keduanya ialah hanya pada peraturan dan perlengkapannya saja.


Seperti hanya dengan olahraga lainnya, rounders juga mempunyai beberapa peraturan yang harus dipatuhi oleh para pemain saat memainkan olahraga ini. Nah, berikut ini penjelasan beberapa peraturan dalam permainan rounders yang meliputi bola mati, hak memukul, pukulan, lambungan, pelari, pelambung, penjaga belakang, penjaga tempat hinggap, nilai, pergantian bebas, dan lama permainan.

1. Bola Mati
Bola dinyatakan mati jika
  • membawa bola dengan menginjak base (membakar);
  • meng-tik, yaitu membawa bola, lalu menyentuhkan kepada pelari.
2. Hak Memukul


  • Setiap pemain (pemukul) berhak memukul bola sebanyak tiga kali. Akan tetapi, bila pukulan pertama atau kedua sudah baik/betul maka ia harus lari ke base I dan seterusnya.
  • Jika pukulan ketiga juga salah, pemukul harus memukul lagi sampai pukulan betul atau sama sekali tidak kena.
  • Jika lambungan baik/betul tidak dipukul, dinyatakan sudah memukul.
3. Pukulan
Pukulan dibagi menjadi dua macam.
  • Pukulan betul, pukulan dianggap betul jika bola jatuh atau ditangkap pemain atau mengenai pemain di dalam lapangan, atau bola jatuh antara kedua garis salah.
  • Pukulan salah, pukulan di mana bola jatuh atau ditangkap pemain atau mengenai pemain yang berdiri di luar garis salah.
4. Lambungan


Lambungan dibagi menjadi dua macam.
  • Lambungan betul, Lambungan dikatakan betul jika bola jatuh tepat di atas base V (home base) dengan ketinggian antara lutut dan bahu si pemukul waktu berdiri tegak.
  • Lambungan salah, Lambungan dikatakan salah jika tidak memenuhi syaratsyarat lambungan di atas. Jika lambungan betul maka wasit akan berseru strike, jika lambungan salah maka wasit akan berseru ball.
5. Pelari
  • Setiap pelari harus lari di luar garis lapangan.
  • Setiap base (tiang hinggap) hanya boleh untuk berdiri satu orang saja.
  • Pelari tidak mendahului pelari di mukanya.
  • Pelari yang sudah mati harus menyelesaikan perjalanannya sampai tempat hinggap V karena dalam keadaan ini pelari masih dapat mati lagi.
6. Pelambung (Bowler)


  • Melambungkan bola dari tempatnya dengan cara ayunan tangan dari bawah ke tempat base V.
  • Selama persiapan melambung hingga bola terlepas dari tangan, harus berhubungan dengan tempatnya.
  • Tidak boleh mengadakan gerak tipu.
  • Tidak boleh memberi putaran pada tangan dan memutar lengannya lebih dari 360o, sebelum bola dilambungkan.
7. Penjaga Belakang
Tugasnya menangkap bola yang dilambungkan oleh bowler, membakar, dan meng-tik.

8. Penjaga Tempat Hinggap (Baseman)
Bertempat di setiap base, diperbolehkan meng-tik dan membakar.


9. Nilai
  • Seorang pelari mendapatkan nilai 1 jika pukulannya betul/tidak kena sampai di base I, dapat kembali masuk ke ruang bebas, dan selama dalam perjalanan tidak membuat mati.
  • Seorang pelari mendapatkan nilai tambahan 1 jika dengan pukulannya sendiri dapat melewati semua base yang dilaluinya sebelum mati (di-tik/dibakar).
  • Mendapatkan nilai 6 bila run di dalam permainan rounders.
  • Seorang pemain dianggap mati jika:
    • tempat hinggap yang dituju sudah dibakar sebelumnya (mati 1);
    • lari di dalam lapangan (mati 1);
    • tidak menyentuh tempat hinggap yang dilaluinya (mati 1);
    • di-tik sebelum hinggap (mati 1);
    • kayu pemukul terlepas (mati 2);
10. Pergantian Bebas
Pergantian bebas terjadi jika sudah terjadi 6 kali mati atau 5 kali tangkap bola.

11. Lama Permainan
Lama permainan ditentukan oleh inning (waktu). Inning ialah satu kali menjadi regu pemukul dan satu kali menjadi regu lapangan.


Sumber pustaka: Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 2/Sri Wahyuni, Sutarmin, Pramono; ilustrator, Daru, Tito.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Baca juga ini:

Related Posts: