Teknik Dasar yang Harus Dikuasai Oleh Tim Bertahan (Penjaga) Dalam Permainan Softball

tim bertahan (penjaga) dalam pertandingan softball [image by infobandung.co.id], 
Teknik Dasar yang Harus Dikuasai Oleh Tim Bertahan (Penjaga) Dalam Softball ~ Softball merupakan olahraga beregu yang dimainkan oleh dua tim, dua tim tersebut memainkan posisi sebagai tim penyerang atau biasa disebut dengan tim pemukul dan tim bertahan atau biasa disebut juga dengan tim penjaga. Untuk melakukan tugas menyerang maupun bertahan, setiap pemain harus menguasai teknik-teknik dasar terlebih dahulu.


Beda halnya dengan teknik dasar pada tim penyerang atau pemukul, pada teknik dasar pada tim bertahan jumlahnya lebih banyak, ini dikarenakan posisi bertahan atau penjagaan ekstra agar pemain penerang tidak mendapatkan poin. Beberapa teknik dasar yang harus dikuasai oleh tim bertahan atau tim penjaga diantaranya adalah teknik dasar memegang bola, teknik dasar melempar bola, dan teknik dasar menangkap bola.

Berikut ini beberapa teknik dasar penting yang harus dikuasai oleh para pemain tim bertahan atau tim penjaga, yaitu :

1. Teknik dasar melempar bola antar base


Terdapat dua macam lemparan dalam softball, yaitu lemparan pitcher pada tim menyerang dan lemparan antar base pada tim bertahan. Lemparan antar base ini dilakukan oleh semua penjaga baik yang berkedudukan di lapangan dalam (in field) atau penjaga base, dan di lapangan luar (out field). Adapun teknik melempar bola antar-base terdiri atas berikut ini.
  • Teknik lemparan dengan ayunan atas (overhand throw).
  • Teknik lemparan dengan ayunan samping (side arm throw).
  • Teknik lemparan bawah (underhand throw).
  • Teknik lemparan dengan lecutan tangan.
2. Teknik dasar menangkap bola


Teknik menangkap bola harus dikuasai oleh semua pemain penjaga. Pemain yang bertugas menangkap bola adalah catcher dan penjaga base/lapangan, termasuk pitcher. Berikut ini cara menangkap bola pada pemain catcher dan penjaga base.
  • Teknik menangkap bola untuk catcher sebagai berikut.
    • Posisi awal jongkok.
    • Tangan kiri memakai glove khusus catcher, dengan posisi tangan menghadap ke depan menyongsong gerakan bola yang dilempar pitcher.
    • Tangan yang lain membungkus agar bola tidak lepas.
  • Teknik menangkap bola untuk penjaga lapangan/ base sebagai berikut.
    • Teknik menangkap bola yang bergulir di tanah. Caranya berikut ini.
      1. Buka kaki agak lebar.
      2. Bungkukkan badan 90o untuk bola pelan, atau badan jongkok dengan salah satu lutut menumpu tanah untuk bola cepat.
      3. Kedua tangan siap menangkap dengan tangan kiri yang memakai glove berada di bawah sedangkan tangan kanan melingkupi bola dengan menutup telapak tangan agar bola tidak lepas.
    • Teknik menangkap bola lambung, caranya berikut ini.


      1. Kaki dibuka selebar bahu dengan salah satu kaki di depan.
      2. Badan tegak dengan pandangan ke arah datangnya bola.
      3. Posisi tangan setinggi kepala.
      4. Tangan kiri yang memakai glove menyongsong datangnya bola, sedangkan tangan yang lain melingkupi bola agar tidak lepas.
    • Teknik menangkap bola lurus, caranya sama dengan menangkap bola lambung bedanya hanya pada saat menangkap bola, posisi tangan ke depan dada.

Itulah beberapa teknik dasar yang harus dikuasai oleh tim bertahan (penjaga) dalam olahraga softball, sampai ketemu pada postingan blog ini selanjutnya.

Baca juga ini:

Related Posts:

Teknik Dasar yang Harus Dikuasai Oleh Tim Penyerang (Pemukul) Dalam Permainan Softball

Ilustrasi teknik sliding dalam pertandingan softball [source image by wiganurlatifa.blogspot.com], 
Teknik Dasar yang Harus Dikuasai Oleh Tim Penyerang (Pemukul) Dalam Softball ~ Dalam softball terdapat dua tim yang bermain, yang pertama adalah tim penyerang atau biasa disebut tim pemuku dan yang kedua adalah tim penjaga atau biasa disebut dengan tim bertahan. Untuk dapat melakukan penyerangan dan penjagaan dengan baik, para pemain harus menguasai teknik-teknik dasarnya. Pada kesempatan ini kita akan membahas teknik dasar yang harus dikuasai oleh tim penyerang.


Beberapa teknik dasar yang harus dikuasa oleh tim penyerang atau tim pemukul diantaranya adalah teknik memegang pemukul, teknik memukul, teknik berlari antar base, dan teknik sliding. Untuk lebih jelas lagi mengenai teknik tersebut, berikut ini akan dijelaskan cara melakukan teknik dasar tim pemukul dalam softball.

Teknik Dasar Memegang Pemukul Softball

Sebelum kita memukul bola, teknik dasar pertama yang harus dikuasai adalah teknik memegang pemukul bola softball atai biasa disebut stik. Teknik pegangan stik di sini sangat menentukan berhasil dan tidaknya gerakan memukul bola. Kayu pemukul dipegang dengan erat pada kedua tangan.


Kedua tangan dirapatkan, sendi antara kedua dan ketiga jari-jari tangan yang di atas segaris dengan pertengahan ruas ketiga dan tangan yang ada di bawahnya. Ada 3 macam cara yang dapat dilakukan untuk memegang tongkat yaitu:
  1. Pegangan panjang (bawah) yaitu tongkat dipegang dekat bonggol (knob) untuk meningkatkan kekuatan pegangan dan menambah kekuatan pukulan.
  2. Pegangan tengah, yaitu tongkat dipegang di posisi tangan bawah kirakira 2,5 cm atau 5 cm dari bonggol (knob) untuk memperoleh kekuatan dan akurasi.
  3. Pegangan atas, yaitu tongkat dipegang di posisi tangan bawah diletakkan kira-kira 7,5 cm atau 10 cm dari bonggol (knob) untuk mengurangi kekuatan dan untuk mendapatkan kontrol.

Teknik Dasar Memukul Bola

Setelah kita menguasai tenik memegang pemukul atau stik, teknik dasar berikutnya yang tidak kalah pentingnya adalah teknik dasar memukul bola. Tujuan memukul dalam softball antara
lain melewati atau mencapai base di depannya dengan selamat, mencetak nilai kalau bisa melewati
semua base dengan selamat.


Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat hendak melakukan pukulan. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Teknik memegang alat pemukul (grip), yaitu pegang stik di bagian pegangan di atas knop, dengan posisi ruas jari-jari kedua membentuk satu garis lurus.
  2. Cara berdiri (stand), berdiri di dalam batter boxes dengan kedua kaki kangkang, dengan berat badan di kaki belakang.
  3. Cara menggeserkan kaki depan (stride), yaitu pada waktu akan mengayun stik, kaki depan digeser atau dilangkahkan ke arah datangnya bola.
  4. Cara mengayunkan stik (swing), yaitu ayunkan stik dengan cara mendorong ke depan sambil meluruskan siku. Sedangkan memukul bola tanpa ayunan (bunting), dilakukan dengan cara memukul bola perlahan agar jatuhnya tidak jauh dari tempat pemukul itu sendiri.
  5. Gerak lanjut (follow through), yaitu setelah melakukan swing dengan impak bola yang benar, maka memutar badan ke arah pukulan dengan menjaga keseimbangan sebagai gerak lanjutnya.
Cara memukul dalam softball ini ada dua macam, yaitu memukul bola dengan ayunan penuh (swing) dan memukul bola tanpa ayunan (bunting).

1. Pukulan Menahan Bola (Bunt)


Pukulan Menahan Bola atau Bunting adalah suatu peristiwa dimana bola secara sah disentuh dengan pemukul tanpa ayunan. Caranya adalah menghadang atau menumbuk bola dengan pemukul secara pelan-pelan, sehingga bola masuk kedalam lapangan pertandingan yang sah. Tujuan bunting adalah agar bola jatuh dekat home base. Gerakan tumbuk (bunting) dapat dilakukan dengan cara berikut ini.
  1. Sikap persiapan
    • Berdiri dengan sikap kaki melangkah.
    • Berat badan bebrtumpu pada kedua kaki.
    • Sikap badan agak condong ke depan, pinggul dan lutut rileks.
    • Kayu pemukul atau bet dipegang erat dengan kedua tangan diatas belakang bahu.
    • Pandangan ke arah pelempar atau pitcher.
  2. Tahap pelaksanaan
    • Pada saat pelempar bola atau pitcher melempar bola, langkahkan atau gerakkan salah satu kaki ke depan ke arah pelempar bola atau pitcher.
    • Kedua tangan memegang bet di depan badan.
    • Bola dipukul dengan cara siku dibengkokkan, sedangkan kedua lengan dimanfaatkan untuk membantu pemukul dalam memantulkan bola.
  3. Akhir gerakan
    • Kedua kaki berdiri terbuka selebar bahu, kedua lutut direndahkan.
    • Badan agak condong ke depan.
    • Pandangan mengikuti arah gerakan bola.

2. Pukulan Swing
Pukulan Swing atau memukul bola dengan ayunan digunakan untuk memukul bola sekeras mungkin dan pada saat memukul harus selalu berdiri dalam batter box. Pukulan swing dalam softball dapat dilakukan dengan cara berikut ini.

  1. Tahap Persiapan
    • Berdiri dengan kaki melangkah dengan berat badan bertumpu pada kedua kaki.
    • Sikap badan agak condong ke depan, pinggul dan lutut rileks.
    • Kayu pemukul atau bet dipegang erat dengan ekdua tangan, posisi bahu depan dan belakang sejajar.
    • Pandangan ke arah pitcher atau pelempar bola.
  2. Tahap pelaksanaan
    • Ketika bola dilempar oleh pitcher, lakukan perkiraan yang tepat antara mengayun bet dengan arah datangnya bola.
    • Pada saat bet mengenai bola, lecutkan pergelangan tangan sampai bet tersebut mengenai bola bersamaan dengan tumit kaki belakang terangkat.
  3. Akhir Gerakan
    • Tumit diangkat dari tanah.
    • Bet menyilang depan badan hingga berakhir di bahu kiri.
    • Pandangan mengikuti arah gerakan bola.

Teknik Dasar Berlari ke Base

Setelah memukul bola, selanjutnya pemukul segera berlari menuju base I. Begitu mencapai base I, ia disebut pelari base (baserunner). Pelari base tetap berada di base sampai pitcher melepas bola, dan ia bersiap-siap meninggalkan base dengan satu kaki bertumpu pada base tersebut, agar ia tidak di “tik” oleh lawan. Pergerakan baserunner ini sesuai dengan aba-aba pembantu yang berada di dekat base I dan III.

Teknik Dasar Sliding



Sliding adalah upaya menjangkau base dengan cepat dengan cara meluncurkan dan menyentuhkan anggota badan ke base. Berikut ini tujuan penggunaan teknik sliding adalah Untuk mengurangi laju lari ke arah base tanpa kehilangan tempo lari antarbase dan dapat berhenti tepat di atas base tersebut; dan Untuk menghindar dari kejaran lawan sehingga dapat mencapai base dengan selamat. Ada tiga macam teknik sliding.
  1. Teknik sliding lurus (straight leg slide).
  2. Teknik sliding mengait (hook slide).
  3. Teknik sliding dengan kepala lebih dahulu (headfirst slide).

Baca juga ini:

Related Posts:

Teknik Dasar yang Harus Dikuasai oleh Outfielder

Gambar softball outfielder [source image by digmo-01.missouri.edu], 
Teknik Dasar yang Harus Dikuasai oleh Outfielder ~ Outfielder adalah penjaga sisi luar lapangan. Outfielder merupakan pemain yang mengisi posisi left fielder, middle fielder, dan right fielder. Ketiga pemain outfield ini juga bertugas membantu menjaga belakang pemain infield, yaitu :
  • Left fielder bertugas membantu menjaga belakang penjaga base III (third baseman).
  • Middle fielder bertugas membantu menjaga belakang penjaga base II (second baseman) dan shortstop.
  • Right fielder bertugas membantu menjaga belakang penjaga base I (first baseman) pada base II (second base).


Agar tugas outfilder dapat dijalankan dengan baik, diperlukan penguasaan beberapa teknik dasar oleh setiap pemain penjaga sisi luar atau outfilder. Beberapa teknik dasar yang perlu dikuasai oleh pemain yang berposisi sebagai outfilder adalah teknik menghentikan bola, teknik menangkap bola, dan teknik melempar bola. Berikut ini cara melakukan teknik menghentikan gerak bola, yaitu :
  • Bergerak ke arah bola.
  • Melipat lutut dan meletakkan glove di samping kaki.
  • Meletakkan glove di antara kedua kaki.
Lemparan yang dilakukan dari outfield ke arah infield menggunakan lemparan ke atas, sehingga bola bergerak dalam lintasan garis lurus dan kemungkinan untuk tepat sasaran lebih besar. Lemparan dalam softball dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu lemparan atas (overhand throw), lemparan samping, dan lemparan bawah. Cara melakukan lemparan adalah sebagai berikut:


  • Posisi kaki melangkah, kaki depan ke arah sasaran.
  • Bersamaan itu, ayunkan langkah ke belakang atas dan pinggang diputar ke arah belakang.
  • Mulailah gerakan melempar dengan mengayunkan lengan ke depan disertai putaran pinggang dan pindahkan berat badan ke depan.
  • Pada saat bola lepas, lecutkan pergelangan tangan dan berat badan pindah ke depan untuk menjaga keseimbangan dan diikuti melangkahkan kaki belakang ke depan hingga posisi siap.
Terdapat tiga cara menangkap bola dalam olahraga softball, ketiga cara tersebut adalah menangkap bola lurus, menangkap bola bergulir (ground ball) dan menangkap bola lambung (Fly ball). Berikut ini cara melakukan ketiga cara menangkap bola tersebut.

1. Menangkap bola lurus


Cara melakukannya.
  • Berdiri, kaki sedikit dibengkokkan ke bawah, glove dihadapkan kearah depan pelempar.
  • Gerakan badan ke arah datangnya bola.
  • Tangkap bola dengan glove dan tarik ke arah badan agar bola tidak memantul keluar.
  • Tangan yang lain kemudian memegang bola dengan cepat dan siap melemparkan bola sasaran yang lain sesudah bola ditangkap.
2. Menangkap bola bergulir (Ground ball)


Untuk menangkap bola bergulir, bola harus disongsong atau dijemput, bukan menunggu datangnya bola. Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
  • Berdiri sikap siaga, kedua lengan didepan badan siap menangkap bola.
  • Pandangan kearah datangnya bola.
  • songsong bola dan setelah dekat, rendahkan kedua lutut, rendahkan kedua tangan dijulurkan didepan kai kiri hingga glove mengarah ke bola.
  • Saat bola masuk, glove segera ditutup dengan tangan yang lain.
  • Akhir gerakan, bola dipegang tangan yang tidak memakai glove, berat badan bertumpu pada kaki depan atau kiri, dan kembali kesikap jaga, bola siap dilempar kesasaran.
3. Menangkap bola lambung (Fly Ball)


Menangkap bola lambung adalah suatu usaha dari pemain untuk dapat menguasai bola dengan glove terhadap bola yang dipukul lawan secara melambung (fly ball). Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
  • Saat menangkap bola, gerakan tangan lurus kearah bola didepan atas kepala.
  • Bersamaan dengan tertangkapnya bola, tarik lengan dan glove ke arah badan yang lain agar tidak terlepas.
  • Bola dipegang tangan kanan dan siap dilemparkan kesasaran yang lain.
Sumber pustaka :
  • Penjasorkes/Joko Sumpeno, Dedy Joko Budi Santoso; editor, Joko Sumpeno, Dedy Joko Budi Santoso.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.
  • Sumber pustaka : Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan/Aan Sunjata Wisahati, Teguh Santosa; editor, Is Maryanto; ilustrator, Falis.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.
  • Sumber pustaka : Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Kelas VII SMP/MTs/Sujarwadi, Dwi Sarjiyanto; editor, Fitriani Lestari H., Retno Susanti; ilustrator, D. Wisnu Kinardi, Dewi Isnaeni.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Related Posts:

Teknik Dasar yang Harus Dikuasai Oleh Shortstop

Gambar ilustrasi softball shortstop [source image by www.eastvalleytribune.com], 
Teknik Dasar yang Harus Dikuasai Oleh Shortstop ~ Shortstop adalah penjaga lapangan depan, yang berada di antara base II dan base III. Shortstop juga harus menguasai semua tipe lemparan. Posisi pemain ini hampir sama dengan second baseman. Berikut ini beberapa tugas shortstop sesuai posisinya di lapangan.
  • Menjaga bola hasil pukulan yang berada di area kekuasaannya.
  • Menempati base II ketika melakukan bunting.
  • Menjaga base II pada permainan ganda.
  • Melakukan lemparan panjang kepada first baseman.


  • Melakukan lemparan bawah tangan terhadap bola di atas tanah.
  • Memberikan shortflip (melempar pendek sambil memutar badan) kepada first baseman atau second baseman pada permainan ganda.
  • Membantu penjaga base III ketika terjadi “stealing”. Stealing yaitu ada pelari base yang berusaha ke base depan sewaktu pemukul mengayunkan kayu pemukulnya, sebelum bola lepas dari tangan pitcher.
  • Melakukan ‘pop-up’ sebanyak mungkin di belakang base III. Pop-up merupakan pukulan melambung yang lemah.
Agar tugas Shortstop bisa dilakukan dengan baik, pemain yang berposisi sebagai Shortstop harus menguasai beberapa teknik dasar. Teknik dasar tersebut adalah teknik dasar menangkap bola dan melempar bola.

Teknik dasar menangkap bola dalam softball terdiri atas beberapa cara, antara lain menangkap bola atas, menangkap bola lurus, dan menangkap bola bawah. Berikut ini cara melakukan ketiga teknik menangkap bola dalam softball tersebut.


1. Menangkap bola lurus
Cara melakukan teknik menangkap bola lurus adalah sebagai berikut.
  • Sikap awal berdiri, kedua kaki dibuka selebar bahu agak turun, dan punggung tetap lurus.
  • Kedua tangan berada di depan dada seperti membentuk keranjang.
  • Pandangan tetap ke depan, ke arah datangnya bola.
  • Bola ditangkap dengan cara dijemput, sehingga dapat meredam pantulan.
  • Setelah menangkap bola, tarik bola ke arah dada untuk bersiap melakukan lemparan kembali.
2. Menangkap bola atas


Cara melakukan teknik menangkap bola atas adalah sebagai berikut.
  • Sikap awal berdiri, salah satu kaki di depan.
  • Kedua tangan berada di depan-atas kepala, kedua telapak tangan membentuk corong yang menghadap ke atas, dan sikut diangkat.
  • Pandangan ke arah datangnya bola yang melambung.
  • Bola ditangkap dengan cara dijemput sehingga dapat meredam pantulan.
  • Setelah menangkap bola, tarik bola ke arah dada untuk bersiap melakukan lemparan kembali.
3. Menangkap bola bawah


Cara melakukan teknik menangkap bola bawah adalah sebagai berikut.
  • Sikap awal berdiri, salah satu kaki di depan.
  • Kedua tangan berada lebih rendah dari lutut.
  • Pandangan ke arah datangnya bola yang menggelinding.
  • Saat datangnya bola, turunkan lutut sehingga nyaris menyentuh tanah, dan kedua tangan berada di antara lutut dan kaki lain yang bertumpu.
  • Punggung tetap dalam keadaan lurus.
  • Bola ditangkap dengan cara dijemput sehingga dapat meredam pantulan.
  • Setelah menangkap bola, tarik bola ke arah dada untuk bersiap melakukan lemparan kembali.
Sama halnya dengan teknik menangkap bola, teknik dasar menangkap bola juga terdiri atas beberapa cara. Cara tersebut adalah teknik menangkap bola lurus, teknik menangkap lemparan atas, dan teknik menangkap lemparan bawah. Berikut ini dijelaskan cara melakukan ketiga teknik menangkap bola dalam softball.


Adapun cara melakukan teknik Menangkap Bola Lurus Pada Softball adalah sebagai berikut.
  • Berdiri, kaki sedikit dibengkokkan ke bawah, glove dihadapkan kearah depan pelempar.
  • Gerakan badan ke arah datangnya bola.
  • Tangkap bola dengan glove dan tarik ke arah badan agar bola tidak memantul keluar.
  • Tangan yang lain kemudian memegang bola dengan cepat dan siap melemparkan bola sasaran yang lain sesudah bola ditangkap.
Lemparan atas (Overhad Throw) dilakukan dengan gerakan ayunan lengan ke atas melewati garis horizontal pada persendian bahu. cara melakukannya adalah sebagai berikut.
  • Berdiri sikap melangkah dan tarik tangan pelempar ke belakang.
  • Berat badan tertumpu pada kaki belakang pandangan pada arah sasaran.


  • Lemparan bola kedepan bersamaan dengan gerak dari tangan dan badan yang diikuti dengan memindahkan berat badan pada kaki depan.
  • Pelepasan bola dari tangan dibantu oleh pergerakan pergelangan tangan.
  • Setelah bola lepas langkahkan kaki belakang ke depan Berat badan meumpu pada kaki depan, lengan lurus didepan relaks.
Biasanya Lemparan bawah (Underhand Toss) dilakukan dengan cepat dan dalam jarak dekat untuk dapat mematikan lawan dengan segera. Oleh karena itu, lemparannya tidak terlalu kuat. Jalannya bola juga lambat, tetapi tepat pada sasaran. Cara melakukan lemparan bawah adalah sebagai berikut.
  • Berdiri sikap melangkah (sikap jaga), berat badan tertumpu pada kaki belakang.
  • Pandangan pada arah sasaran.


  • Lemparkan bola kedepan melalui samping badan dan tangan direndahkan diikuti memindahkan berat badan ke kaki depan.
  • Pelepasan bola dibantu gerakan pergelangan tangan dan arah bola datar menggelinding diatas tanah.
  • Akhir gerakan, langkahkan kaki belakang kedepan dan pandangan mengikuti arah gerak bola.
Sumber pustaka :
  • Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMP/MTs/ Jaja Sudarja Husdarta, Eli Maryani; ilustrator, Tim Redaksi.— Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.
  • Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan VIII/Faridha Isnaini, Suranto.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.
  • Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Kelas VII SMP/MTs/Sujarwadi, Dwi Sarjiyanto; editor, Fitriani Lestari H., Retno Susanti; ilustrator, D. Wisnu Kinardi, Dewi Isnaeni.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Related Posts:

Teknik Dasar yang Harus Dikuasai Oleh First Baseman, Second Baseman, dan Third Baseman

Gambar softball baseman [source image by www.dailyrepublic.com], 
Teknik Dasar yang Harus Dikuasai Oleh First Baseman, Second Baseman, dan Third Baseman ~ Setelah kita mengetahui mengenai teknik dasar apa saja yang harus dikuasai oleh pitcher adan catcher, kini saatnya kita bergeser ke pemain selanjutnya yaitu penjaga base. Pada olahraga softball terdapat tiga penjaga base yang bertugas menjaga base-base yang ada, ketiga penjaga base tersebut adalah penjaga base I (first baseman), II (second baseman) dan III (third baseman).


Penjaga base I (first baseman) posisinya berada dua langkah di dalam garis base pertama dan dua langkah ke arah base IV (home plate) dari garis base I ke II. Tugas utama first baseman adalah menjaga base I dan menangkap bola yang dipukul atau dilempar ke area tersebut.

Penjaga base II berada di antara base pertama dan base kedua. Second baseman harus memiliki kemampuan melakukan bermacam-macam tipe lemparan. Posisi ini berperan seperti pemancar terhadap bola yang berbalik ke arah kanan dan tengah lapangan. Tugas utama dari second baseman adalah menjaga daerah kekuasaannya, yaitu di antara base I dan base II.


Penjaga base III mengambil posisi bertahan pada jarak 4 yard atau sekitar 3,7 meter, di dalam garis base III, dan 3, 7 meter di belakang sebuah garis imajiner dari base II dan base III. Third baseman adalah seorang pemain softball yang memiliki gerakan tangan serta refleksi yang cepat. Selain itu, ia juga memiliki lemparan yang kuat untuk membawa bola dari posisinya ke base I.

Untuk dapat menjaga base dengan baik, pemain penjaga harus menguasai beberapa teknik dasar. Teknik dasar yang perlu dikuasai oleh first baseman, second baseman, dan third baseman adalah teknik melempar dan menangkap bola.


Teknik lemparan dalam softball dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu lemparan atas (overhand throw), lemparan samping, dan lemparan bawah. Cara melakukan lemparan adalah sebagai berikut:
  1. Posisi kaki melangkah, kaki depan ke arah sasaran.
  2. Bersamaan itu, ayunkan langkah ke belakang atas dan pinggang diputar ke arah belakang.
  3. Mulailah gerakan melempar dengan mengayunkan lengan ke depan disertai putaran pinggang dan pindahkan berat badan ke depan.
  4. Pada saat bola lepas, lecutkan pergelangan tangan dan berat badan pindah ke depan untuk menjaga keseimbangan dan diikuti melangkahkan kaki belakang ke depan hingga posisi siap.
Dalam teknik dasar menangkap bola untuk penjaga base, dikenal 3 macam teknik menangkap yaitu menangkap bola lurus, menangkap bola bergulir (ground ball) dan menangkap bola lambung (Fly ball). Berikut ini cara melakukan ketiga cara menangkap bola tersebut.

1. Menangkap bola lurus


Cara melakukannya.
  • Berdiri, kaki sedikit dibengkokkan ke bawah, glove dihadapkan kearah depan pelempar.
  • Gerakan badan ke arah datangnya bola.
  • Tangkap bola dengan glove dan tarik ke arah badan agar bola tidak memantul keluar.
  • Tangan yang lain kemudian memegang bola dengan cepat dan siap melemparkan bola sasaran yang lain sesudah bola ditangkap.
2. Menangkap bola bergulir (Ground ball)
Untuk menangkap bola bergulir, bola harus disongsong atau dijemput, bukan menunggu datangnya bola. Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
  • Berdiri sikap siaga, kedua lengan didepan badan siap menangkap bola.
  • Pandangan kearah datangnya bola.
  • songsong bola dan setelah dekat, rendahkan kedua lutut, rendahkan kedua tangan dijulurkan didepan kai kiri hingga glove mengarah ke bola.
  • Saat bola masuk, glove segera ditutup dengan tangan yang lain.
  • Akhir gerakan, bola dipegang tangan yang tidak memakai glove, berat badan bertumpu pada kaki depan atau kiri, dan kembali kesikap jaga, bola siap dilempar kesasaran.
3. Menangkap bola lambung (Fly Ball)


Menangkap bola lambung adalah suatu usaha dari pemain untuk dapat menguasai bola dengan glove terhadap bola yang dipukul lawan secara melambung (fly ball). Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
  • Saat menangkap bola, gerakan tangan lurus kearah bola didepan atas kepala.
  • Bersamaan dengan tertangkapnya bola, tarik lengan dan glove ke arah badan yang lain agar tidak terlepas.
  • Bola dipegang tangan kanan dan siap dilemparkan kesasaran yang lain.
Sumber pustaka :
  • Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan/Faridha Isnaini, Sri Santoso Sabarini; ilustrator, Ady Wahyono.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.
  • Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Kelas VII SMP/MTs/Sujarwadi, Dwi Sarjiyanto; editor, Fitriani Lestari H., Retno Susanti; ilustrator, D. Wisnu Kinardi, Dewi Isnaeni.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Related Posts:

Teknik Dasar yang Harus Dikuasai Oleh Catcher

Gambar ilustrasi softball catcher [source image by mooresvilleweekly.com], 
Teknik Dasar yang Harus Dikuasai Oleh Catcher ~ Setelah kita membahas mengenai teknik dasar yang harus dikuasai oleh pitcher, kini kita bergeser untuk membahas teknik dasar yang harus dikuasai oleh pemain catcher atau penangkap bola pitcher.


Pemain bertahan yang bertugas menangkap bola di belakang batter disebut catcher. Posisi catcher berjongkok di depan wasit kepala dan di belakang pemain yang mendapat giliran memukul (batter). Catcher dilengkapi dengan perlengkapan pengaman dan bertugas menangkap lemparan pitcher.

Seorang catcher yang baik memenuhi kriteria-kriteria berikut ini, yaitu Memiliki daya refleksi yang baik dan memiliki kemampuan melempar bola secara tepat ke setiap base yang dituju; Memiliki kecepatan dan kesigapan menanggapi setiap peluang yang diperoleh timnya; dan Mengetahui karakter dan tipe bermain pitcher-nya, sehingga catcher dapat mengarahkan pitcher dalam mengambil suatu tindakan.


Oleh karena itu, seorang catcher bertugas untuk memberitahu pitcher menentukan tipe lemparan yang cocok untuk menghadapi seorang pemukul (batter). Teknik dasar yang harus dikuasai oleh seorang penangkap bola atau catcher adalah menangkap bola, akan tetapi teknik menangkap bola untuk catcher berbeda dengan teknik menangkap bola untuk pemain penjaga lapangan atau base. Berikut ini teknik dasar menangkap bola untuk catcher.
  1. Posisi awal jongkok.
  2. Tangan kiri memakai glove khusus catcher, dengan posisi tangan menghadap ke depan menyongsong gerakan bola yang dilempar pitcher.
  3. Tangan yang lain membungkus agar bola tidak lepas.


Daftar pustaka :
  • Praktis Belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan/ Eli Maryani, Jaja Suharja Husdarta.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.
  • Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan/Faridha Isnaini, Sri Santoso Sabarini; ilustrator, Ady Wahyono.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Related Posts:

Teknik Dasar yang Harus Dimiliki Oleh Pitcher

Gambar ilustrasi pitcher [source image by www.hailstate.com], 
Teknik Dasar yang Harus Dimiliki Oleh Pitcher ~ Pelambung bola dalam softball disebut pitcher. Pertandingan dimulai saat umpire atau wasit meneriakkan kata “Play Ball”. Setelah pemain bertahan memasuki daerah jaga, pertandingan pun dimulai. Seorang pitcher berdiri di atas plate, menghadap ke arah catcher. Pitcher akan berusaha melempar bola sekuat tenaga ke arah mitts catcher. Dalam menempati posisinya seorang pitcher harus mengikuti langkah-langkah berikut ini.


  1. Menghadap lurus ke arah pemukul dengan kedua kaki menginjak kaki tempat pitcher (pitcher’s plate).
  2. Posisi bahu sejajar dengan base I dan base III, dengan kedua tangan memegang bola.
  3. Dalam melakukan lemparan, untuk pemain yang tidak kidal, kecepatannya bertumpu pada bola dengan melenturkan pergelangan tangan secara tajam selagi tangan melewati paha kanan di bawah pinggang ketika bola dilepaskan.
  4. Pada lambungan terakhir, tangan berada di bawah pinggang dan pergelangan tangannya tidak terlalu jauh dari badan dibanding sikunya.
Agar dapat melakukan lemparan dengan baik, seorang pitcher harus menguasai beberapa teknik dasar. Teknik dasar tersebut adalah teknik dasar melempar bola, dan teknik dasar memegang bola. Terdapat teknik khusus melempar bola untuk pitcher, berikut ini cara melakuka lemparan pitcher.


  1. Berdiri sikap melangkah, kedua kaki lurus, dan pandangan tertuju kepada pemukul.
  2. Bola dipegang didepan badan.
  3. Tangan pemegang bola (kanan) putar kebelakang dan ke atas mengarah kedepan.
  4. Lepaskan bola setelah tangan kanan berada disampng badan ketinggian bola setinggi pinggang.
  5. Akhir gerakan, kaki kanan didepan dan berat badan dibawa ke depan pandangan tertuju ke arah gerakan bola.

Sedangkan teknik dasar memegang bola sama pentingnya dengan teknik dasar dalam melempar bola, sebab jika kita memegang bola dengan asal-asalan maka kekuatan dan arah bola akan mudah dibaca oleh pemain lawan. Dalam teknik memegang bola dikenal 3 macam cara yaitu pegangan empat jari, pegangan tiga jari dan pegangan dua jari. berikut ini dijelaskan cara melakukannya.


  1. Memegang bola dengan empat jari (untuk tingkat pemula dan jari-jarinya pendek)
  2. Cara ini menempatkan kelima bagian jari tangan pada sekeliling bola sedemikian rupa menjadi satu genggaman. pegangan seperti ini biasanya dilakukan oleh anak-anak pemain pemula atau pemain yang memiliki jari-jari yang pendek.
  3. Memegang bola dengan tiga jari (untuk yang memiliki tangan kecil dan jari-jari pendek)
  4. Cara ini menempatkan tiga jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis pada bagian atas. jari kelingking dan ibu jari di bgian bawahnya.
  5. Memegang bola dengan dua jari (untuk yang memiliki tangan besar dan jari-jari panjang)
  6. Cara ini menepatkan jari telunjuk dan jari tengah pada bagian atas bola dan disangga oleh ketiga jari lainnya pada bagian bawah bola.
Sumber pusaka :
  • Penjasorkes/Joko Sumpeno, Dedy Joko Budi Santoso; editor, Joko Sumpeno, Dedy Joko Budi Santoso.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.
  • Praktis Belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan/ Eli Maryani, Jaja Suharja Husdarta.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.
  • Sumber pustaka : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan VIII/Faridha Isnaini, Suranto.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Related Posts:

Tugas Pemain Catcher atau Penangkap Bola dalam Permainan Baseball

Gambar catcher atau penangkap bola [source image by en.wikipedia.org], 
Tugas Pemain Catcher atau Penangkap Bola dalam Pertandingan Baseball ~ Penangkap (Catcher) bertugas menangkap bola yang tidak berhasil dipukul oleh pemukul. Pada pertandingan Baseball yang sebenarnya, semua pemain dalam posisi menjaga harus mengenakan sarung tangan khusus untuk Baseball. Sarung tangan Baseball biasanya terbuat dari bahan kulit yang kuat, berfungsi melindungi telapak tangan saat menangkap bola.


Penangkap (Catcher) juga harus selalu mengenakan pelindung dada dan helm khusus. Pelindung dada untuk melindungi dada jika lemparan bola mengenai dada. Helm khusus memiliki besi pelindung di bagian depan, untuk melindungi wajah jika terkena lemparan bola.

Tiap pemain hanya mengenakan sebuah sarung tangan. Bagi pemain yang aktif menggunakan tangan kanan, sarung tangan dikenakan di telapak tangan kiri. Sebaliknya, pemain yang kidal mengenakan sarung tangan di telapak tangan kanannya.


Berikut teknik dasar menangkap (Catcher) bola dalam olahraga Baseball.
  • Lakukan latihan lempar-tangkap bersama teman. Teman bertugas melempar bola, kalian menangkapnya.
  • Gunakan kedua tangan secara aktif untuk menangkap bola. Tangkaplah bola menggunakan tangan yang bersarung tangan. Kemudian, gunakan tangan satunya untuk menutup sarung tangan sesaat setelah menangkap bola.
  • Selalu gunakan tangan yang bersarung tangan untuk menangkap bola, dan bukan sebaliknya. Sarung tangan akan melindungi telapak tangan kalian dari benturan keras dengan bola.
Penangkap (Catcher), bekerja sama dengan pelempar dan pelatih, menentukan strategi yang dijalankan tim. Selain bertugas menangkap bola yang tidak berhasil dipukul oleh pemukul, penangkap juga bertugas:


  • Memberi petunjuk kepada pemain penjaga lainnya tentang posisi yang harus dijaga di lapangan.
  • Memberi petunjuk kepada pelempar untuk memilih strategi tertentu dalam menghadapi tiap pemukul. Petunjuk ini biasanya berupa kode-kode tertentu yang hanya dimengerti oleh penangkap dan pelempar. Kode ini bisa berupa gerak bibir, gelengan atau anggukan kepala, gerak jari atau tangan, dan gerak anggota tubuh tertentu. Misal, penangkap memberi kode kepada pelempar untuk melakukan lemparan bola bawah. Jika setuju, pelempar akan mengangguk dan melakukan lemparan bola bawah. Pelempar akan menggelengkan kepala jika tidak setuju dengan strategi yang dipilih penangkap. Selanjutnya, pelempar akan memilih strategi lainnya.
  • Berjaga di dekat home plate dan menangkap bola yang dilempar pemain penjaga lainnya agar pemain lawan yang berlari kembali ke home plate dapat dimatikan geraknya.
Sumber pustaka : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan/Budi Aryanto, Margono; editor, Ahmad Rithaudin; ilustrator, Bayu Aprianto.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Baca juga ini:

Related Posts:

Tugas Pitcher atau Pelempar Bola dalam Permainan Baseball

Gambar pitcher atau pelempar bola baseball [Source image by pixabay.com], 
Tugas Pitcher atau Pelempar Bola dalam Pertandingan Baseball ~ Pelempar (Pitcher) bertugas melempar bola ke arah home plate. Pelempar harus memastikan lemparannya cukup sulit sehingga tidak dapat dipukul oleh pemukul. Pelempar juga harus memastikan bahwa lemparannya dapat dipukul oleh pemukul dan bola hasil pukulan dapat ditangkap oleh pelempar, sehingga pemukul tidak dapat mencetak angka.


Pelempar (Pitcher) memiliki peran yang sangat vital bagi sebuah tim Baseball. Pelempar harus memiliki kemampuan melempar bola yang baik, sehingga bola sulit dipukul pemain lawan. Lemparan yang mudah dipukul akan memberikan keuntungan bagi tim lawan, karena tim lawan bisa lebih banyak mencetak angka.

Kriteria untuk menjadi pelempar (Pitcher) yang baik antara lain:
  1. Memiliki stamina dan kekuatan tubuh yang prima. Karena, dalam satu pertandingan pelempar bisa melakukan lemparan berkali-kali.
  2. Menguasai berbagai teknik lemparan. Untuk menghadapi tiap pemukul, pelempar harus menggunakan teknik melempar yang berbeda-beda. Hal itu agar lemparannya tidak mudah dipukul oleh pemain lawan.
  3. Mampu mengatur arah dan kecepatan lemparan dengan baik. Arah dan kecepatan lemparan bola yang bervariasi adalah hal yang sangat penting untuk menghadapi pemukul. Dengan cara demikian, pemukul dapat mengalami kesulitan untuk memukul bola.


Sebuah tim Baseball dapat memiliki pelempar (Pitcher) sebanyak mungkin. Dalam sebuah pertandingan, tim dapat mengganti pelempar sesering yang diinginkan. Hal itu merupakan salah satu strategi untuk menghadapi pemukul yang tangguh. Karena, tiap pelempar memiliki kelebihan dan ciri khas olahraganya masing-masing.

Sumber pustaka : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan/Budi Aryanto, Margono; editor, Ahmad Rithaudin; ilustrator, Bayu Aprianto.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Baca juga ini:

Related Posts:

Teknik Dasar Dalam Permainan Baseball

Gambar ilustrasi baseball [Source image by olahraga.inilah.com], 
Teknik Dasar Dalam Olahraga Baseball ~ Untuk dapat bermain Baseball dengan baik, teknik dasarnya harus dikuasai. Seorang pelempar (pitcher) harus menguasai teknik lemparan yang baik. Jika tekniknya tidak benar-benar dikuasai, maka akan memudahkan tim lawan untuk mencetak run. Demikian pula dengan pemukul, ia pun harus menguasai teknik pukulan yang tepat.


Teknik Memukul Bola Baseball

Memukul bola merupakan modal untuk mencetak run. Seorang pemukul harus mahir memperkirakan arah datangnya bola. Ia pun harus mampu memukul bola dengan tepat untuk menentukan jauh-dekatnya bola yang terpukul. Bila telah mahir, ia mampu melakukan pukulan big swing untuk mencetak home run.

Langkah-langkah memukul bola yang tepat sebagai berikut.
  • Badan berdiri tegak, kaki dibuka selebar bahu dan sedikit ditekuk.
  • Peganglah bat ke belakang bahu. Posisikan ujung bat lebih tinggi dibandingkan bahu, sedangkan siku agak jauh dari badan.
  • Pandangan mata menatap pada gerakan pitcher.
  • Saat pitcher melempar bola, langkahkan kaki ke arah pitcher. Ayunkan bat mengenai bola dengan cepat memakai kekuatan lengan.
  • Selesaikan gerakan ayunan lengan sampai bola melambung ke udara.

Melempar Bola Baseball



Seorang pelempar harus menguasai teknik lemparan dengan cara yang berbeda. Setiap lemparan memiliki efek yang berbeda. Ada lemparan bola yang melesat cepat, ada lemparan bawah yang lambat, ada pula lemparan melintir. Upayakan lemparan supaya susah ditebak oleh lawan. Kali ini, kalian akan berlatih tipe lemparan biasa yang akurat.

Langkah-langkah melempar bola yang benar adalah sebagai berikut.
  • Berdiri menghadap catcher. Pegang bola di balik paha dan sembunyikan dari pandangan batter.
  • Ayunkan lengan ke belakang lalu ke depan dengan ayunan yang stabil.
  • Putarlah kaki kanan dan badan (pivot) hingga mengarah ke base ketiga.
  • Pada waktu lengan di belakang, sepakkan kaki kiri ke atas. Kemudian, langkahkan kaki kiri lurus ke depan.
  • Ayunkan lengan dan lemparkan bola ke depan dengan sepenuh tenaga. Pada saat bersamaan, ayunkan kaki kanan ke belakang.
Sumber pustaka : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan/Budi Aryanto, Margono; editor, Ahmad Rithaudin; ilustrator, Bayu Aprianto.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Baca juga ini:

Related Posts:

Posisi Pemain Dalam Permainan Baseball

Gambar posisi pemain baseball di lapangan, 
Posisi Pemain Dalam Pertandingan Baseball ~ Dalam pertandingan baseball, tim penjaga sering disebut tim bertahan, sedangkan tim pemukul biasa disebut tim penyerang. Posisi pemain bertahan terdiri atas (1) Picher, (2) Batter, (3) First baseman, (4) Second baseman, (5) Third baseman, (6) Short Stop, (7) Right fielder, (8) Center fielder, (9) Left fielder, dan (10) Catcher. Untuk lebih jelasnya, berikut posisi pemain saat bertahan dalam pertandingan baseball.

Posisi Penjagaan di Daerah Dalam ( Infield)



  1. First baseman First baseman (penjaga base pertama) berdiri di dekat home plate dan base pertama, serta di antara base pertama dan base kedua. Tugas pemain first baseman yaitu mematikan pelari yang hendak ke base pertama, menangkap bola yang dilempar atau dipukul ke arah base pertama, serta melempar bola kepada base kedua untuk menciptakan mati terpaksa (force out).
  2. Second baseman Second baseman (penjaga base kedua) berada di tengah antara base pertama dan base kedua. Tugas second baseman antara lain menjaga bola hasil pukulan di daerah yang dikuasai, melempar bola kepada base pertama untuk membuat pelari mati terpaksa, serta mematikan pelari pada base kedua.
  3. Short stop Short stop berada di sekitar base kedua sampai base ketiga, dan sekitar daerah depan outfield. Short stop bertugas menjaga pukulan bola di daerah yang dikuasai, melempar bola ke arah base satu atau dua untuk membuat pelari mati terpaksa, serta membantu second baseman dalam menjaga base dua.
  4. Third baseman Third baseman (penjaga base ketiga) berdiri di dekat base ketiga sampai di belakang short stop dan di daerah left fielder. Tugas pemain ini antara lain menjaga base ketiga dan melempar bola ke arah pemain first baseman untuk membuat pelari mati terpaksa.

Posisi Penjagaan di Daerah Luar (Outfield)



  1. Left fielder Left fielder menjaga sebelah kiri daerah outfield. Pemain ini bertugas menjaga pukulan bola di daerah yang dikuasainya.
  2. Center fielder Center fielder memiliki daerah yang luas untuk dikuasai, yaitu daerah tengah outfield. Tugas center fielder adalah menjaga bola hasil pukulan di daerahnya, dan mengarahkan tempat yang harus dijaga oleh left fielder dan right fielder.
  3. Right fielder Daerah penjagaan right fielder berada di sebelah kanan daerah outfield. Right fielder bertugas menjaga pukulan bola di daerah yang dikuasainya.
  4. Pitcher Pitcher (pelempar) berdiri di sekitar lingkaran daerah pitcher sampai daerah dekt home plate. Tugas pitcher antara lain melempar bola kepada pemukul (batter) dengan baik, menjaga base pertama ketika pemain first baseman memungut bola, dan membantu pemain di belakang home plate. 
  5. Catcher Daerah yang dikuasai oleh catcher (penangkap) adalah di antara home plate dan back stop. Tugas catcher yaitu menjaga home plate untuk mematikan pelari yang akan mencetak angka, menangkap bola yang dilempar oleh pelempar, serta melempar bola ke base satu, dua, dan tiga untuk mematikan lawan.

Posisi Memukul



Pemain pemukul atau penyerang (batter) bertugas memukul bola untuk mencetak angka (run). Untuk itu, batter harus dapat memukul dengan baik dan lari ke base (base runner), kemudian menginjak atau menyentuh semua base secara berurutan untuk kembali ke home plate.

Sumber pustaka : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan/Budi Aryanto, Margono; editor, Ahmad Rithaudin; ilustrator, Bayu Aprianto.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Baca juga ini:

Related Posts:

Ukuran Lapangan dan Bola Baseball

Gambar lapangan baseball, 

Gambar Ukuran Lapangan dan Bola Baseball ~ Olahraga baseball merupakan salah satu olahraga beregu yang dimainkan oleh dua tim, setiap tim biasanya mempunyai 9 pemain yang mempunyai fungsi dan posisi masing-masing. Ada pemain yang bertugas sebagai pelempar, penjaga, pemukul dan lain-lain.


Jika dilihat-lihat, olahraga ini sangat mirip dengan olahraga softball yang membedakannya ialah olahraga baseball diperuntukkan untuk putra sedangkan pada olahraga softball diperuntukkan untuk putri. Olahraga ini sangat populer di Amerika Serikat, bahkan baseball dijadikan olahraga pengisi waktu luang nasional.

Baseball dimainkan di lapangan berbentuk segi empat dengan sisi-sisinya berukuran 27,4 m. Di empat sudut lapangan Baseball terdapat marka yang disebut base. Keempat base itu terdiri atas base awal dinamai home plate, base pertama, kedua, dan base ketiga.


Base berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 38 x 38 cm2. Base dibuat lebih tinggi daripada permukaan tanah (gundukan), dan diberi marka dari karet yang disebut pitcher rubber. Jarak antara base yang satu dengan base yang lain adalah 27, 432 m.

Lapangan Baseball dibagi menjadi dua daerah, yaitu daerah dalam (infield) dan daerah luar (outfield). Di daerah infield terdapat seluruh base, sedangkan daerah outfield terletak di luar daerah infield. Pada sisi base pertama dan ketiga terdapat garis foul yang memanjang sampai di lingkaran daerah outfield. Daerah di sebelah dalam garis foul disebut daerah foul.


Peralatan untuk bermain Baseball adalah bola Baseball dan tongkat pemukul yang disebut bat. Bola Baseball berwarna putih dengan berat 6,4-7 ons. Adapun tongkat Baseball berbentuk silinder panjang dengan panjang 106 cm. Tongkat Baseball dapat terbuat dari kayu atau logam aluminium.

Sumber pustaka : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan/Budi Aryanto, Margono; editor, Ahmad Rithaudin; ilustrator, Bayu Aprianto.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Baca juga ini:

Related Posts:

Teknik Dasar Memukul Bola Dalam Permainan Baseball

Gambar ilustrasi baseball [Source image by olahraga.inilah.com], 
Teknik Dasar Memukul Bola Dalam Olahraga Baseball ~ Memukul bola adalah bagian yang sulit dalam olahraga Baseball. Kalian harus mempelajarinya dari cara yang paling mudah. Awalilah latihan secara sendirian. Lemparkan bola Baseball ke atas dengan tangan kiri, lalu pukulah menggunakan tongkat.


Selanjutnya, tingkatkan latihan kalian dengan bantuan teman. Teman bertugas melempar bola ke arah kalian. Pukullah bola hasil lemparan teman kalian.

Pada saat akan memukul, tumpuan berat badan dipusatkan pada kaki yang terletak di belakang. Jika kalian memukul menggunakan tangan kanan, maka tumpuan terletak pada kaki kanan. Sesaat akan memukul bola, berat badan dipindahkan ke depan dengan menggeser posisi tubuh ke depan.


Pada saat itulah kalian mengayunkan tongkat untuk memukul bola. Hal yang harus diperhatikan saat memukul bola, antara lain:
  1. Ayunkan tongkat dengan kekuatan penuh. Pastikan kalian mengayunkan kedua lengan dengan lepas.
  2. Perhatikan ayunan tongkat dengan saksama. Pastikan tongkat berhasil mengenai bola, sehingga bola melayang sesuai yang diinginkan. Jangan memalingkan muka atau menarik kepala saat memukul bola. Kalian justruharus memerhatikan bola.
Selain membawa tongkat (bat), setiap pemukul harus mengenakan helm pengaman. Helm berfungsi melindungi kepala jika terkena lemparan bola. Seorang pemukul harus memiliki kemampuan memukul bola dengan baik.


Selain kekuatan, kecermatan diperlukan guna mengantisipasi arah lemparan bola dari pelempar. Pemukul harus mampu memukul bola sejauh mungkin. Dengan demikian, akan terdapat banyak waktu bagi anggota timnya untuk berlari melewati base demi base dan mencetak angka.

Sumber pustaka : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan/Budi Aryanto, Margono; editor, Ahmad Rithaudin; ilustrator, Bayu Aprianto.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Baca juga ini:

Related Posts:

Cara Melakukan Teknik Melempar Bola Melintir (Curveball) Dalam Permainan Baseball

Gambar ilustrasi baseball [Source image by olahraga.inilah.com], 
Cara Melakukan Teknik Melempar Bola Melintir (Curveball) Dalam Pertandingan Baseball ~ Selain teknik melempar bola cepat (fastball), terdapat satu lagi teknik melempar dalam olahraga baseball, yaitu teknik melempar bola melintir (curveball). disebut melintir karena arah bola yang dilemparkan kepada pemain lawan bisa tiba-tiba dapat berubah arah sehingga membuat lawan sulit untuk membacanya.


Cara melakukan teknik ini hampir sama dengan teknik lemparan fastball. Yang membedakan hanya posisi tangan saat mencengkeram bola. Pada teknik fastball, posisi jari tengah-jempol saat melempar bola adalah tegak. Sedangkan pada teknik curveball, posisi jari tengah-jempol saat melempar bola adalah miring ke kanan. Bagi yang kidal, posisi jari tengah-jempol miring ke kiri.

Posisi tangan yang miring ini menghasilkan arah lemparan yang berbeda dengan teknik fastball. Teknik ini menyebabkan arah lemparan bola menjadi patah di saat- saat hampir mengenai sasaran. Lemparan jenis ini sulit dipukul, karena arah lemparan bola seakan-akan berubah tiba-tiba.


Berikut ini cara melakukan teknik melempar bola melintir (curveball) dalam olahraga baseball.
  • Bersiaplah melempar bola. Arahkan pandangan lurus ke sasaran. Kedua tangan di depan dada.
  • Putarlah tubuh ke kanan. Pada saat bersamaan, angkatlah kaki kiri hingga setinggi lutut. Pandangan tetap ke arah sasaran. Tumpuan berada di kaki kanan. Kedua tangan tetap di depan dada.
  • Sesaat akan melempar, tariklah tangan kanan ke belakang. Putarlah tubuh ke depan, jatuhkan kaki kiri ke depan.


  • Lemparkan bola ke arah sasaran, atau sesuai arah yang dikehendaki. Pada saat yang bersamaan, pindahkan tumpuan ke kaki kiri, sehingga tubuh condong ke depan.
  • Posisi cengkeraman tangan (jari tengah-jempol) saat melempar bola adalah agak miring ke kanan. Bagi pemain kidal, posisi cengkeraman agak miring ke kiri.
  • Perhatikan arah lemparan bola. Saat dilemparkan, arah bola akan melengkung dari kiri-atas ke kananbawah.
Sumber pustaka : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan/Budi Aryanto, Margono; editor, Ahmad Rithaudin; ilustrator, Bayu Aprianto.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Baca juga ini:

Related Posts:

Cara Melakukan Teknik Melempar Bola Cepat (Fastball) Dalam Permainan Baseball

Cara Melakukan Teknik Melempar Bola Cepat (Fastball) Dalam Pertandingan Baseball ~ Sama halnya dengan olahraga softball, dalam olahraga baseball terdapat beberapa teknik dasar yang sangat penting dikuasai oleh semua pemain. Salah satunya adalah teknik melempar, teknik melempar wajib di kuasai oleh pemain yang bertugas untuk melempar bola. Jika tidak lemparan bolanya akan gampang dibaca oleh pemain lawan.


Teknik melempar bola cepat (fastball) merupakan salah satu teknik melempar bola yang banyak diminati atau yang paling sering digunakan oleh si pelempar bola, sebab lemparan ini cukup mudah dilakukan. Berikut ini cara melakukan teknik melempar bola cepat (fastball) dalam olahraga baseball.
  • Cengkeramlah bola Baseball menggunakan jari tengah dan jempol. Posisi jari tengah berada lurus di atas jempol, sehingga kedua jari tepat melingkar di bagian tengah bola. Letakkan jari telunjuk di sebelah jari tengah untuk menjaga keseimbangan cengkeraman bola.
  • Jangan mencengkeram bola terlalu kuat. Dengan cara ini, kalian dapat melemparkan bola tanpa gesekan yang besar antara jari-jari tangan dengan bola, sehingga bola dapat meluncur dengan cepat.
  • Bersiaplah melempar bola. Arahkan pandangan lurus ke sasaran. Kedua tangan di depan dada.
  • Putarlah tubuh ke kanan. Pada saat bersamaan, angkatlah kaki kiri hingga setinggi lutut. Pandangan tetap ke arah sasaran. Tumpuan berada di kaki kanan. Kedua tangan tetap di depan dada.


  • Sesaat akan melempar, tariklah tangan kanan ke belakang. Putarlah tubuh ke depan, jatuhkan kaki kiri ke depan.
  • Lemparkan bola ke arah sasaran, atau sesuai arah yang dikehendaki. Pada saat yang bersamaan, pindahkan tumpuan ke kaki kiri, sehingga tubuh condong ke depan.
  • Posisi jari tengah-jempol saat melempar bola adalah tegak.
  • Perhatikan arah lemparan bola. Saat dilemparkan, bola akan meluncur lurus dengan arah putaran dari bawah ke atas.
Sumber pustaka : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan/Budi Aryanto, Margono; editor, Ahmad Rithaudin; ilustrator, Bayu Aprianto.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Baca juga ini:

Related Posts:

Teknik Dasar Menangkap Bola Lurus, Bola Atas, dan Bola Bawah Dalam Permainan Softball

Gambar teknik menangkap bola lurus, bola atas, dan bola bawah, 
Teknik Dasar Menangkap Bola Lurus, Bola Atas, dan Bola Bawah Dalam Softball ~ Selain teknik dasar melempar bola, terdapat pula beberapa teknik dasar dalam softball yang perlu untuk dikuasai oleh para pemain softball. Salah satu teknik dasar yang perlu untuk diuasai oleh pemain softball adalah teknik dasar menangkap bola.


Teknik dasar menangkap bola dalam softball terdiri atas beberapa cara, antara lain menangkap bola atas, menangkap bola lurus, dan menangkap bola bawah. Berikut ini cara melakukan ketiga teknik menangkap bola dalam softball tersebut.

1. Menangkap bola lurus
Cara melakukan teknik menangkap bola lurus adalah sebagai berikut.
  • Sikap awal berdiri, kedua kaki dibuka selebar bahu agak turun, dan punggung tetap lurus.
  • Kedua tangan berada di depan dada seperti membentuk keranjang.
  • Pandangan tetap ke depan, ke arah datangnya bola.
  • Bola ditangkap dengan cara dijemput, sehingga dapat meredam pantulan.
  • Setelah menangkap bola, tarik bola ke arah dada untuk bersiap melakukan lemparan kembali.
2. Menangkap bola atas


Cara melakukan teknik menangkap bola atas adalah sebagai berikut.
  • Sikap awal berdiri, salah satu kaki di depan.
  • Kedua tangan berada di depan-atas kepala, kedua telapak tangan membentuk corong yang menghadap ke atas, dan sikut diangkat.
  • Pandangan ke arah datangnya bola yang melambung.
  • Bola ditangkap dengan cara dijemput sehingga dapat meredam pantulan.
  • Setelah menangkap bola, tarik bola ke arah dada untuk bersiap melakukan lemparan kembali.
3. Menangkap bola bawah


Cara melakukan teknik menangkap bola bawah adalah sebagai berikut.
  • Sikap awal berdiri, salah satu kaki di depan.
  • Kedua tangan berada lebih rendah dari lutut.
  • Pandangan ke arah datangnya bola yang menggelinding.
  • Saat datangnya bola, turunkan lutut sehingga nyaris menyentuh tanah, dan kedua tangan berada di antara lutut dan kaki lain yang bertumpu.
  • Punggung tetap dalam keadaan lurus.
  • Bola ditangkap dengan cara dijemput sehingga dapat meredam pantulan.
  • Setelah menangkap bola, tarik bola ke arah dada untuk bersiap melakukan lemparan kembali.
Sumber pustaka : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMP/MTs/ Jaja Sudarja Husdarta, Eli Maryani; ilustrator, Tim Redaksi.— Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Baca juga ini:

Related Posts: