Taktik Penyerangan (Offensive Strategy) Dalam Olahraga Softball

Taktik Penyerangan (Offensive Strategy) Dalam Olahraga Softball ~ Taktik penyerangan adalah siasat yang dipergunakan oleh regu yang mendapat giliran memukul, secara individu atau kelompok untuk menyerang lawan dan berusaha memperoleh nilai dan kemenangan dalam pertandingan. Taktik penyerangan yang dapat digunakan oleh pemain adalah:

1. Pukulan tanpa ayunan (sacrifice bunt)


Sacrifice bunt adalah usaha batter melakukan pukulan ke arah base 1, pitcher atau base ketiga dengan tujuan untuk membantu pelari menuju base di depannya. Adapun cara melakukannya adalah:
  • jika ada pelari pada base 1 agar dapat mencapai base 2 maka batter mengarahkan pukulan ke arah base 1. Dengan demikian memaksa penjaga base 1 mengejar bola bunt tersebut sehingga pelari pada base 1 dapat selamat mencapai base 2;
  • apabila ada pelari pada base 1 dan 2 maka bunt diarahkan pada base 3. Sehingga penjaga base 3 terpaksa memungut bola dengan harapan tidak terjadi force play ataupun Double play. Dengan demikian, pelari pada base 1 dan base 2 dapat melanjutkan ke base berikutnya.
2. Pukul dan lari (hit and run)


Hit and run adalah siasat yang dilakukan oleh batter untuk membantu agar base runner dapat maju beberapa base di depannya dengan selamat. Keuntungan hit and run adalah memungkinkan tidak terjadinya out dapat membantu mencapai base di depannya.

Taktik hit and run dapat dipergunakan dalam situasi tim telah unggul satu angka dan sebelum terjadi 2 out. Hit and run dikatakan berhasil bila dapat menyelamatkan pelari dari base 1 mencapai base 3. Kemudian atas bantuan batter berikutnya dapat mencapai home base dengan selamat.

3. Mencuri base (the steal)

The steal adalah siasat yang dilakukan oleh pelari di base. Keberhasilan siasat ini dipengaruhi kecepatan dan kejelian pelari melihat pelepasan bola dari pitcher. Dengan segera melompat meninggalkan base, di samping itu ditunjang kemampuan sliding untuk meraih base yang dituju.

Dipihak lain steal akan berhasil lebih baik dengan bantuan batter mengganggu catcher, sehingga bola yang dilepas oleh pitcher tidak tertangkap oleh catcher. The steal dapat dilakukan lebih dari satu orang, seperti berikut ini.
  • Single steal dilakukan bila hanya ada satu orang pelari yang melakukan stealing dari satu base ke base berikutnya sewaktu pitcher melakukan pitching.
  • Double steal dilakukan bila terdapat dua pelari pada dua base melakukan stealing. Stealing tidak bermanfaat jika tim ketinggalan lebih dari satu angka, telah mati 2.
4. Pukulan melayang (sacrifice fly)


Pukulan ini sangat tepat dilakukan pada saat pertandingan berlangsung ketat. Hal ini dilakukan sebelum terjadi dua mati atau selisih nilai tidak lebih dari 2, ada pemain pada base 3, atau base 2 dan base 3. Pukulan melayang harus dilakukan oleh seorang batter yang baik karena harus memukul bola melambung ke arah outfielder.

Ketika bola dipukul jauh dan melambung ke arah outfielder, pelari pada base bersiap meninggalkan base. Jika kemungkinan bola tidak tertangkap fielder, pelari dapat langsung menuju base di depannya/ home. Akan tetapi, bila diperkirakan bola dapat ditangkap oleh outfielder, pelari siap berada di base, bersamaan dengan bola menyentuh glove penjaga, langsung lari secepatnya.

Sumber pustaka : BSE Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan/ disusun oleh Tarmudi B. Hafid ; Ahmad Rithaudin. -- Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2011.

Baca juga ini:

Related Posts:

Taktik Pertahanan (Defensive Strategy) Dalam Olahraga Softball

Taktik Pertahanan (Defensive Strategy) Dalam Olahraga Softball ~ Taktik pertahanan adalah siasat atau usaha dari regu penjaga lapangan untuk bertahan menghadang serangan lawan dengan cara mematikan lawan. Setiap pemain yang akan menerapkan taktik pertahanan atau defensive strategy harus memahami beberapa hal, yaitu:


  1. Selalu siap, waspada, pandai menganalisis kemungkinan yang terjadi sebelum pertandingan atau ketika pitching. Selain itu, pemain harus mengetahui situasi pertandingan pada saat sedang berlangsung seperti: hitungan ball dan strike, jumlah out, inning, dan kekuatan atau kelemahan lawan;
  2. Mengetahui akibat yang dapat terjadi dari tindakan yang dilakukan;
  3. Harus pandai menempatkan posisi penjaga, melakukan tangkapan, terampil dan cepat mengambil bola untuk melempar keras dan tepat terhadap sasaran yang dituju.
Beberapa taktik pertahanan yang dapat dilakukan oleh pemain Softball adalah. Menguasai pelari (run down), Mematikan dengan pasti, Mematikan lebih dari satu, Force out, Bunt, Menjaga bola lambung, Steal, Relays ball, Cut off the ball, dan Double play.

Sumber pustaka : BSE Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan/ disusun oleh Tarmudi B. Hafid ; Ahmad Rithaudin. -- Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2011.

Baca juga ini:

Related Posts:

Penjelasan Mengenai Pemain Penjaga Dalam Permainan Softball

shortstop softball [Image by nk.psu.edu], 
Penjelasan Mengenai Pemain Penjaga Dalam Softball ~ Pemain bertahan di lapangan bertugas untuk menjaga base dan mematikan pelari sebelum sampai kepada base yang dituju. Pemain ini disebut fielder. Selain pitcher dan catcher, tim bertahan memiliki 7 orang fielder, yang terbagi menjadi 4 penjaga daerah dalam (infielder) dan 3 orang penjaga daerah luar (outfielder).


Berikut posisi pemain softball.
  1. Penjaga base satu (first base)
  2. Penjaga base dua (second base)
  3. Penjaga antara base dua dan tiga (short stop)
  4. Penjaga base tiga (third base)
  5. Penjaga lapangan kiri (left fielder)
  6. Penjaga lapangan tengah (center fielder)
  7. Penjaga lapangan kanan (right fielder)
Setiap pemain yang mendapat giliran memukul (batter) mempunyai kesempatan 3 kali strike dan 4 kali ball. Jika kesempatan tersebut tidak diambil atau pukulan tidak mengenai bola, maka batter mati “strike out”. Namun, jika terjadi 4 kali ball, maka batter diperbolehkan jalan bebas ke arah base satu (free walk).


Apabila batter berhasil memukul bola, batter harus berlari sekuat tenaga mencapai base satu sebelum bola yang dipukulnya dikembalikan atau ditangkap oleh penjaga base satu atau base yang dituju. Jika batter selamat sampai di base sebelum penjaga base menangkap bola, maka batter “safe”. Namun, jika penjaga base lebih cepat menangkap bola, maka batter “out”.

Sumber pustaka : Praktis Belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan/ Eli Maryani, Jaja Suharja Husdarta.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Baca juga ini:

Related Posts:

Penjelasan Mengenai Penangkap Bola (Catcher) Dalam Permainan Softball

Penjelasan Mengenai Penangkap Bola (Catcher) Dalam Softball ~ Pemain bertahan yang bertugas menangkap bola di belakang batter disebut catcher. Posisi catcher berjongkok di depan wasit kepala dan di belakang pemain yang mendapat giliran memukul (batter). Catcher dilengkapi dengan perlengkapan pengaman dan bertugas menangkap lemparan pitcher.


Peralatan yang digunakan oleh catcher, antara lain helm, catcher mask untuk melindungi kepala dan muka, body protector untuk melindungi daerah badan, serta legguard untuk melindungi daerah lutut ke bawah. Seorang catcher adalah pengatur strategi yang baik, karena posisi catcher dalam pertandingan dapat memantau seluruh situasi yang terjadi di lapangan.

Berikut video tentang cara melakukan teknik menangkap bola untuk pemain yang betugas untuk menangkap bola picher atau biasa disebut dengan catcher.


Daftar pustaka : Praktis Belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan/ Eli Maryani, Jaja Suharja Husdarta.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Baca juga ini:

Related Posts:

Penjelasan Mengenai Pelambung Bola (Pitcher) Dalam Permainan Softball

Penjelasan Mengenai Pelambung Bola (Pitcher) Dalam Softball ~ Pelambung bola dalam softball disebut pitcher. Pertandingan dimulai saat umpire meneriakkan kata “Play Ball”. Setelah pemain bertahan memasuki daerah jaga, pertandingan pun dimulai. Seorang pitcher berdiri di atas plate, menghadap ke arah catcher. Pitcher akan berusaha melempar bola sekuat tenaga ke arah mitts catcher.


Posisi bola lempar mempunyai wilayah khusus yang disebut zona strike (strike zone), yaitu di atas home plate. Strike zone adalah posisi bola dalam wilayah pukul batter, ketinggian bola antara bahu dan lutut batter.

Pada saat melempar, pitcher akan berusaha membuat bola strike, supaya batter kesulitan memukul bola, walaupun bola berada di zona pukulnya. Tantangan seorang pitcher adalah melempar dengan kecepatan tinggi dan dengan sasaran yang tepat.


Jika bola berada pada zona strike tetapi tidak terpukul oleh batter, maka umpire akan berteriak “strike”. Namun, bila bola keluar dari zona strike, namun batter tidak mencoba memukul bola maka umpire akan berteriak “ball”.

Sumber pustaka : Praktis Belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan/ Eli Maryani, Jaja Suharja Husdarta.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Baca juga ini:

Related Posts:

Perlengkapan Pemain Softball

Perlengkapan Pemain Softball ~ Sama halnya dengan olahraga lainnya, softball juga mempunyai beberapa perlengkapan yang harus ada disetiap pertandingan softball. Salah satunya ialah uniform atau seragam, yang termasuk kedalam seragam ialah baju, celana, sepatu, dan topi. Seragam ini mempunyai fungsi untuk membedakan antara kedua tim atau regu yang bertanding.


Seperti yang telah kita ketahui bahwa dalam permainan softball tim atau regu yang bertanding dibedakan menjadi dua yaitu regu penyerang dan regu bertahan. Kedua regu tersebut perlu ataau wajib menggunakan perlengkapan yang telah disepakati, berikut ini beberapa perlengkapan pemain softball.
  • Pemain penjaga memakai glove (semacam sarung tangan) yang terbuat dari kulit agak tebal, berukuran 38 × 38 cm dan beratnya 283 gram. Untuk penjaga belakang atau Catcher, selain memakai glove juga mengenakan pelindung muka atau kepala yang disebut masker/face mark dan pelindung badan yang disebut body protector.


  • Bola terbuat dari kulit yang di dalamnya terdiri atas campuran gabus dan karet. Lingkaran bola 30 cm dan berat bola 190 gram.
  • Alat pemukul atau stick yang dipakai harus sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh PB PERBASASI yang panjangnya tidak lebih dari 40 cm.
  • Body protector dan helmet,  Untuk melindungi badan maka digunakan body protector. Demikian juga untuk melindungi kepala digunakan helmet. Body protector biasanya hanya digunakan oleh pemain penangkap bola (catcher).
Sumber pustaka : Arena Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan /Hilman Nurhuda, Mia Kusumawati; editor, Ricky Rusdhiyana, Nur Fajriyah.— Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Baca juga ini:

Related Posts: