Kemampuan yang Harus Dikuasai Oleh Seorang outfielder

shortstop softball [Image by nk.psu.edu], 
Kemampuan yang Harus Dikuasai Oleh Seorang outfielder ~ Outfielder adalah penjaga sisi luar lapangan. Outfielder merupakan pemain yang mengisi posisi left fielder, middle fielder, dan right fielder. Ketiga pemain outfield ini juga bertugas membantu menjaga belakang pemain infield.
  1. Left fielder bertugas membantu menjaga belakang penjaga base III (third baseman).
  2. Middle fielder bertugas membantu menjaga belakang penjaga base II (second baseman) dan shortstop.
  3. Right fielder bertugas membantu menjaga belakang penjaga base I (first baseman) pada base II (second base).


Outfielder merupakan barisan terakhir dari suatu tim defensif. Ketika bola terlempar melampaui barisan ini, kondisi ini sangat cocok untuk melakukan triple atau home run. Home run adalah berlari menuju home plate atau base IV sebagai base terakhir, setelah berhasil memukul bola secara sah dan berhasil melewati base I, base II, dan base III.

Seorang outfielder harus menguasai kemampuan berikut ini.
  • Mampu memperhitungkan pukulan bola yang melambung. Oleh karena itu, pemain ini harus memiliki keterampilan dalam berlari, menangkap, dan melempar.
  • Mampu memperhitungkan arah suatu pukulan begitu lepas meninggalkan kayu pemukul.
  • Mampu menangkap bola yang sedang melambung di udara. Menangkap bola lambung adalah dengan menggunakan dua tangan. Tujuannya agar bola lebih mudah dikuasai, serta bola lebih cepat diambil dari dalam glove, yang selanjutnya dilempar ke tempat lain.
  • Menguasai area kekuasaannya dan bergerak dengan cepat.
  • Mengetahui kemampuan pitcher dan lemparan yang sering mengenai sasaran.
  • Mampu memperkirakan kekuatan bola di atas tanah dan mengetahui arah menggelincirnya bola. Selain melambung, bola hasil pukulan kadang hanya bergulir di atas permukaan tanah. Oleh karena itu, langkah yang harus diambil adalah menghentikan gerak bola untuk selanjutnya dilemparkan ke infield.


Berikut ini cara menghentikan gerak bola.
    • Bergerak ke arah bola.
    • Melipat lutut dan meletakkan glove di samping kaki.
    • Meletakkan glove di antara kedua kaki. Lemparan yang dilakukan dari outfield ke arah infield menggunakan lemparan ke atas, sehingga bola bergerak dalam lintasan garis lurus dan kemungkinan untuk tepat sasaran lebih besar.
    Selama berada di dalam lapangan dan pertandingan berlangsung, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh outfielder.
    • Outfielder perlu melakukan perpindahan posisi sesuai tipe permainan batter (pemukul).
    • Outfielder lebih baik bermain terlalu dalam daripada terlalu dekat. Salah satu penyebabnya adalah adanya angin yang memengaruhi lambungan bola yang dipukul ke arah luar lapangan.


    • Outfielder lebih baik datang menyambut bola dari pada membalikkan badan karena adanya bola datang.
    • Outfielder lebih baik segera lari menjauhi posisi dalam lapangan agar bola datang tidak melewatinya. Hal ini disebabkan pengaruh sinar matahari yang menyilaukan sehingga bola tidak terlihat oleh outfielder.
    • Para pemain outfield perlu membangun kerja sama yang solid. Bentuk kerja sama dapat berupa memberi isyarat atau tanda khusus yang ditujukan kepada teman satu regunya. Oleh karena itu, komunikasi yang baik dari tiap pemain sangat diperlukan dalam olahraga ini.
    Baca juga ini:

    Related Posts:

    Tugas Seorang shortstop

    Tugas Seorang shortstop ~ Softball merupakan olahraga beregu yang dimainkan oleh dua regu, satu regu berperan sebagai regu penjaga dan tim satunya berperan sebagai tim penyerang. Khusus untuk regu penjaga, mempunyai sembilan pemain yang berposisi berdasarkan keahliannya masing-masing. Salah satunya ialah pemain yang berposisi sebagai Shortstop, Apa itu shortstop?

    Shortstop adalah penjaga lapangan depan, yang berada di antara base II dan base III. Shortstop juga harus menguasai semua tipe lemparan. Posisi pemain ini hampir sama dengan second baseman. Berikut ini beberapa tugas shortstop sesuai posisinya di lapangan.
    • Menjaga bola hasil pukulan yang berada di area kekuasaannya.
    • Menempati base II ketika melakukan bunting.
    • Menjaga base II pada permainan ganda.


    • Melakukan lemparan panjang kepada first baseman.
    • Melakukan lemparan bawah tangan terhadap bola di atas tanah.
    • Memberikan shortflip (melempar pendek sambil memutar badan) kepada first baseman atau second baseman pada permainan ganda.
    • Membantu penjaga base III ketika terjadi “stealing”. Stealing yaitu ada pelari base yang berusaha ke base depan sewaktu pemukul mengayunkan kayu pemukulnya, sebelum bola lepas dari tangan pitcher.
    • Melakukan ‘pop-up’ sebanyak mungkin di belakang base III. Pop-up merupakan pukulan melambung yang lemah.

    Related Posts:

    Tugas Penjaga Base I (First Baseman), II (Second Baseman) dan III (Third Baseman)

    Baseman Softball [Image by www.themaneater.com], 
    Tugas Penjaga Base I (First Baseman), II (Second Baseman) dan III (Third Baseman) ~ Penjaga base I (first baseman) posisinya berada dua langkah di dalam garis base pertama dan dua langkah ke arah base IV (home plate) dari garis base I ke II. Tugas utama first baseman adalah menangkap bola bila mungkin, sedangkan tugas lainnya dijelaskan berikut ini.
    • Menjaga base I dan menangkap bola yang dipukul atau dilempar ke area tersebut.
    • Membuat force out (mati terpaksa) pemain lawan. Caranya dengan menyentuh base pertama atau melempar bola pada pemain lain yang menjaga base I. Cara lain adalah dengan melempar bola pada base II.


    • Menghentikan pemain pada home plate.
    • Membantu menjaga belakang pada base II.
    • Melanjutkan lemparan dari lapangan sisi kanan.
    Berikut ini beberapa hal yang dilakukan pemain pada first baseman.
    • Konsentrasi terhadap gerak bola dan merentangkan sarung tangan untuk bersiap-siap menangkap bola.
    • Ketika bola datang first baseman melangkah maju dengan kaki terdekat. Kaki belakang tetap menempel pada base.
    • Berusaha menjangkau bola, menangkap, dan menggerakkan kaki dari base secepat mungkin.
    • Meninggalkan base untuk menangkap bola yang lambat, karena lemparannya yang kurang bagus.
    Penjaga base II berada di antara base pertama dan base kedua. Second baseman harus memiliki kemampuan melakukan bermacam-macam tipe lemparan. Posisi ini berperan seperti pemancar terhadap bola yang berbalik ke arah kanan dan tengah lapangan.


    Beberapa tugas second baseman dijelaskan berikut ini.
    • Menjaga daerah kekuasaannya, yaitu di antara base I dan base II.
    • Mengetik pemain yang berlari dari base I ke base II. Mengetik adalah menyentuh pemain lawan dengan bola.
    • Membuat force out (mati terpaksa) dengan cara melempar bola ke arah base I atau base II.
    • Membantu menjaga base I ketika first baseman memungut bola.
    • Membantu menjaga daerah belakang base II jika shortstop menjaga base II.
    • Meneruskan lemparan dari outfield ke infield.
    • Berperan penting dalam permainan ganda yang dimulai oleh shortstop.
    Penjaga base III mengambil posisi bertahan pada jarak 4 yard atau sekitar 3,7 meter, di dalam garis base III, dan 3, 7 meter di belakang sebuah garis imajiner dari base II dan base III. Third baseman adalah seorang pemain softball yang memiliki gerakan tangan serta refleksi yang cepat.


    Selain itu, ia juga memiliki lemparan yang kuat untuk membawa bola dari posisinya ke base I. Berikut ini tugas-tugas yang dilakukan oleh third baseman.
    • Menjaga base III yang menjadi daerah kekuasaannya.
    • Membuat force out dengan cara melempar bola ke base I.
    • Membantu menjaga daerah belakang shortstop.
    • Memotong atau meneruskan lemparan bola yang berasal dari outfielder.
    • Menguasai pukulan bunt ke arah base III yang berada di bagian samping infield. Dalam hal ini, maka third baseman mencoba menggiring bola dengan tangan dan melemparnya dengan gerakan yang sama.

    Related Posts:

    Kriteria untuk Menjadi Seorang Penangkap Bola (Catcher)

    Kriteria untuk Menjadi Seorang Penangkap Bola (Catcher) ~ Catcher adalah penjaga yang berada di belakang pemukul untuk menangkap bola, posisi catcher adalah di antara home plate dan back stop, dengan posisi jongkok di belakang pemukul dan mengenakan sarung tangan khusus. Tanggung jawab seorang catcher yaitu :
    • Menangkap setiap lambungan bola yang dilakukan pitcher.
    • Mengarahkan permainan defensif dan strategi yang digunakan oleh keseluruhan anggota tim.


    • Mengetahui kelemahan pemukul dan menerapkan strategi yang tepat untuk memanfaatkannya.
    • Menangkap bola yang dipukul dan melambung/ menggelinding di dekat posisinya.
    Seorang catcher yang baik memenuhi kriteria-kriteria berikut ini, yaitu Memiliki daya refleksi yang baik dan memiliki kemampuan melempar bola secara tepat ke setiap base yang dituju; Memiliki kecepatan dan kesigapan menanggapi setiap peluang yang diperoleh timnya; dan Mengetahui karakter dan tipe bermain pitcher-nya, sehingga catcher dapat mengarahkan pitcher dalam mengambil suatu tindakan.

    Oleh karena itu, seorang catcher bertugas untuk memberitahu pitcher menentukan tipe lemparan yang cocok untuk menghadapi seorang pemukul (batter). Berikut ini video tentang cara melakukan teknik tangkapan bola untuk penangkap bola atau catcher.


    Baca juga ini:

    Related Posts:

    Tugas Seorang Pelempar Bola (Pitcher) Dalam Pertandingan Sofball

    Tugas Seorang Pelempar Bola (Pitcher) Dalam Pertandingan Sofball ~ Seorang pitcher harus pandai mengoordinasikan antara gerakan lengan, bahu, serta badannya. Selain itu, pemain pada posisi ini dituntut untuk memiliki keberanian, tekad kuat, dan kondisi fisik yang baik. Oleh karena itu, mempunyai lengan yang panjang, lentur, dan kuat merupakan nilai plus seorang pitcher.


    Tugas-tugas seorang pitcher. Melempar bola terhadap pemukul/batter; Membantu tugas pemain yang menempati posisi di belakang home plate; Menjaga base I ketika penjaga base I (first baseman) mengambil bola; Membantu menjaga area di belakang base II dan base III, ketika ada lemparan dari outfield; dan Membantu penjagaan jika ada lemparan ke arah home plate.

    Dalam menempati posisinya seorang pitcher harus mengikuti langkah-langkah yaitu Menghadap lurus ke arah pemukul dengan kedua kaki menginjak kaki tempat pitcher (pitcher’s plate); Posisi bahu sejajar dengan base I dan base III, dengan kedua tangan memegang bola;

    Dalam melakukan lemparan, untuk pemain yang tidak kidal, kecepatannya bertumpu pada bola dengan melenturkan pergelangan tangan secara tajam selagi tangan melewati paha kanan di bawah pinggang ketika bola dilepaskan; dan Pada lambungan terakhir, tangan berada di bawah pinggang dan pergelangan tangannya tidak terlalu jauh dari badan dibanding sikunya.

    Berikut ini video tentang teknik melakukan lemparan pitcher dalam softball, selamat menyaksikan.


    Baca juga ini:

    Related Posts:

    Teknik Lari ke Base dan Meluncur Pada Sofball

    Teknik Lari ke Base dan Meluncur Pada Sofball ~ Setelah memukul bola, selanjutnya pemukul segera berlari menuju base I. Begitu mencapai base I, ia disebut pelari base (baserunner). Pelari base tetap berada di base sampai pitcher melepas bola, dan ia bersiap-siap meninggalkan base dengan satu kaki bertumpu pada base tersebut, agar ia tidak di “tik” oleh lawan.


    Pergerakan baserunner ini sesuai dengan aba-aba pembantu yang berada di dekat base I dan III. Teknik lanjutan setelah berlari adalah sliding. Sliding adalah berhenti pada suatu base sambil menahan luncuran, yang dilakukan dengan cara menjatuhkan badan ke depan atau ke belakang agar susah di “tik”. Ada tiga macam teknik sliding.
    • Teknik sliding lurus (straight leg slide).
    • Teknik sliding mengait (hook slide).
    • Teknik sliding dengan kepala lebih dahulu (headfirst slide).
    Luncuran yang paling umum digunakan adalah luncuran mengait. Teknik ini memungkinkan seorang pelari base menyentuh base sambil tetap menjaga jarak maksimum dengan penjaga base. Berikut ini video teknik meluncur atau sliding dalam permainan softball.

    Baca juga ini:

    Related Posts:

    Teknik Memukul Bola dan Menghadang Bola tanpa Ayunan dalam Sofball

    Teknik Memukul Bola dan Menghadang Bola tanpa Ayunan dalam Sofball ~ Kekuatan ayunan ketika memukul bola sebagian besar bertumpu pada kaki belakang. Kepala pemukul agak ke depan dibanding posisi badan, sedangkan tangan mencengkeram pemukul dengan kuat.


    Kayu pemukul diayunkan setinggi lambungan bola, dan sementara diayunkan, kaki kiri bergerak ke depan ke arah pitcher dengan langkah menyeret, dan berhenti setelah bola dipukul. Selanjutnya, mengambil langkah pertama menuju base I.

    Bunting atau menghadang bola tanpa ayunan merupakan peristiwa di mana bola secara sah disentuh dengan pemukul tanpa ayunan (bat). Cara melakukannya dengan menghadang laju bola menggunakan pemukul secara pelan-pelan, sehingga bola ke dalam area pertandingan yang sah (infield).

    Tujuan melakukan bunting adalah agar bola jatuh di dekat home base. Oleh karena itu, dalam melakukannya diarahkan ke garis base di sisi-sisi lapangan.

    Baca juga ini:

    Related Posts:

    Teknik Melempar dan Menagkap Bola dalam Sofball

    Teknik Melempar dan Menagkap Bola dalam Sofball ~ Pada teknik Melempar Bola (Throwing) Dalam olahraga softball, pelari base dan bola menempuh jarak yang lebih pendek karena ukuran lapangannya lebih kecil dibanding bisbol. Cengkeraman dijaga konstan sehingga pemain dapat mengembangkan suatu kontrol dan ritme yang baik dalam melakukan lemparan. Kontrol bola yang banyak digunakan adalah mencengkeram bola di antara ibu jari dan jari telunjuk serta jari tengah.


    Sedangkan untuk teknik Menangkap Bola (Catching), Tipe bola yang harus dikuasai pemain adalah bola yang melayang di udara dan bola yang telah melambung kemudian menggelinding di tanah dengan kecepatan tertentu. Pengamatan terhadap bola bergerak merupakan faktor penting dalam menangkap bola.

    Cara menangkap bola softball adalah Jika posisi bola di bawah pinggang, maka cara menangkapnya dengan merapatkan jari-jari kelingking dan Jika bola menyentuh sarung tangan, maka pemain harus segera menangkapnya dengan menggerakkan tangan kanan ke atas bola kemudian mencengkeramnya.

    Berikut ini video tentang teknik melempar dan menangkap bola dalam permainan softball.

    Baca juga ini:

    Related Posts:

    Keahlian Dasar yang perlu Dimiliki Pemain Sofball

    Keahlian Dasar yang perlu Dimiliki Pemain Sofball ~ Berlari merupakan teknik yang sangat diperlukan karena kegiatan tersebut berupa olahraga gerak cepat. Oleh karena itu, kecepatan dan ketangkasan sangat dibutuhkan dalam olahraga ini. Olahraga softball sangat menyenangkan, karena dilakukan beregu dan kerja sama yang baik dari pemain di tiap posisi harus terjalin dengan baik.


    Agar dapat melakukan atau mahir dalam olahraga softball dengan baik, maka seseorang harus menguasai teknik-teknik dasar olahraga ini.  beberapa kemampuan dasar seorang pemain softball yaitu sebagai berikut :

    1. Melempar Bola (Throwing)
    Cara melakukan lemparan adalah:
    • Pertama-tama pegang bola di tangan kanan, tangan kiri memegang glove.
    • Kaitkan kedua tangan dengan posisi bola di dalam glove.
    • Injak pitcher plate kemudian putar tangan yang memegang bola satu putaran bahu penuh, dengan bantuan pergelangan tangan lepas dan lemparkan bola ke depan.
    2. Menangkap Bola (Catching)
    Teknik menangkap bola dalam olahraga softball terdiri dari dua yaitu Teknik menangkap bola untuk catcher dan Teknik menangkap bola untuk penjaga lapangan/ base. Untuk teknik menangkap bola untuk penjaga lapangan/ base terbagi lagi menjadi tiga cara, yaitu Teknik menangkap bola yang bergulir di tanah, Teknik menangkap bola lambung, dan Teknik menangkap bola lurus


    3. Memukul Bola (Batting)
    Cara memukul dalam olahraga softball ini ada dua macam, yaitu memukul bola dengan ayunan penuh (swing) dan memukul bola tanpa ayunan (bunting).

    4. Lari ke Base dan Meluncur (Baserunning and Sliding)
    Sliding adalah upaya menjangkau base dengan cepat dengan cara meluncurkan dan menyentuhkan anggota badan ke base. Ada dua macam teknik sliding yaitu Teknik sliding lurus (straight leg slide) dan Teknik sliding mengait (hook slide). Berikut ini video teknik meluncur atau sliding dalam permainan softball.

    Baca juga ini:

    Related Posts:

    Cara Bermain Sofball

    Cara Bermain Olahraga Sofball ~ Softball adalah olahraga bola beregu yang terdiri atas dua tim. Olahraga softball lahir di Amerika Serikat, diciptakan oleh George Hancock di kota Chicago pada tahun 1887. Softball merupakan perkembangan dari olahraga sejenis yaitu bisbol (baseball) atau hardball.


    Bola softball saat ini berdiameter 28- 30,5 cm; bola tersebut dilempar oleh seorang pelempar bola (pitcher) dan menjadi sasaran pemain lawan yang memukul (batter) dengan menggunakan tongkat pemukul (bat). Terdapat sebuah regu yang berjaga (defense) dan tim yang memukul (offense). Tiap tim berlomba mengumpulkan angka (run) dengan cara memutari tiga seri marka (base) pelari hingga menyentuh marka akhir yaitu home plate.

    Softball adalah olahraga yang sangat populer di Amerika Serikat. Olahraga ini mirip dengan bisbol. Softball dimainkan oleh dua tim dengan masing-masing tim terdiri atas sembilan pemain. Selain kecepatan dan ketangkasan, olahraga ini juga membutuhkan stamina yang kuat.

    Untuk dapat bermain softball, seorang pemain harus memiliki kemampuan dasar seperti melambungkan bola, lari menuju base, dan meluncur dengan baik. Selain itu, seorang pemain juga harus mengetahui benar mengenai kedudukannya dalam tim, mengetahui tugas dan kewajiban yang harus dilakukannya sesuai dengan posisi masing-masing.


    Softball merupakan olahraga yang dimainkan oleh dua tim. Setiap tim terdiri atas 9 orang. Ketika tim pemukul mendapat giliran memukul, pelempar bola (pitcher) dari tim yang bertahan harus menggunakan teknik melemparkan bola ke arah pemukul sekeras-kerasnya, agar bola tidak dapat dipukul, sehingga dapat ditangkap oleh catcher.

    Tim penyerang mendapat giliran memukul secara bergantian. Tim bertahan berusaha mematikan anggota tim yang mendapat giliran memukul. Tim yang mendapat giliran memukul mendapat kesempatan 3 kali mati (out) sebelum giliran memukul digantikan tim yang bertahan.

    Skor atau run dihasilkan dari seorang runner yang berlari menginjak semua base secara berurutan dan kembali menginjak home plate. Pelari yang berhasil mengelilingi dan menginjak home plate mendapat satu angka. Dalam setiap pertandingan softball durasi permainan adalah 7 inning atau lama waktu 2 jam. Pemenang pertandingan softball adalah tim yang mencetak angka (run) terbanyak dalam inning yang telah ditentukan.


    Jika dalam inning yang ditentukan kedua tim seri atau tie break, maka terjadi inning tambahan yang dimainkan sampai salah satu tim keluar sebagai pemenang. Pada permulaan pertandingan, tim yang menjadi tuan rumah (home team) mendapat giliran melempar, sedangkan tim tamu (visitor) mendapat giliran memukul.

    Sumber pustaka : Praktis Belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan/ Eli Maryani, Jaja Suharja Husdarta.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

    Baca juga ini:

    Related Posts: